
Yang paling penting, riding position masih terbilang cukup nyaman untuk rider dengan tinggi 188 cm, meskipun dimensi motor ini tak jauh berbeda dengan saudaranya yakni KTM Duke 250. Sadel atau jok motor yang terbilang luas juga menambah poin plus saat berkendara jarak jauh.
Meskipun suspensi belakang memang cenderung sedikit stiff atau keras, di saat yang sama, motor ini mampu menunjukkan performa baiknya saat melibas speed trap di kecepatan tinggi maupun rendah tanpa membuat pinggul sakit dan bergetar hebat.
Enaknya, meski mengusung suspensi depan tipe upside down yang gambot, steering angle motor ini terbilang masih lebar layaknya mengendarai motor 150cc yang umum beredar di Indonesia. Tipe pengereman pun dapat dipilih dengan menekan tombol di sisi kiri setang, yakni fitur off tanpa ABS, Road, dan Supermoto yang dibantu penuh dengan ABS.
Baca Juga: Test Ride - Menjinakkan Moge MV Agusta F3 800