
Joknya lebih mengesankan kemewahan dengan material suede, lebih lembut bagi rider dan tentunya terlihat lebih prestis. Beberapa badge terpampang di bagasi seperti tulisan 'ABS' dan 'S 150', sebagai pembeda, Vespa juga menyematkan beberapa detil krom seperti pada cover headlamp dan saklar setir kanan dan kiri.
Tak hanya dirancang untuk terlihat lebih eksklusif, impresi kami selama 7 hari mengendarai motor ini pun bisa dibilang menarik. tinggi 187 cm tak mengharuskan rider kami untuk menekuk kaki karena ruang kaki depan cukup lega, posisi duduk pun bisa disesuaikan karena jok yang relatif lebar dan anti selip karena material suede yang telah disebutkan.
Soal konsumsi? motor metik yang notabene boros bbm ini menunjukkan sedikit perubahan ke arah yang lebih baik. Jika metode perhitungan konsumsi bbm full-to-full diterapkan pada Sprint generasi sebelumnya menunjukkan angka 32,5 km/ liter, Sprint S ini bisa berjalan 33,3 km/ liter.
Baca Juga: Test Ride - Kencan Seminggu Dengan Royal Enfield Classic 500