
Enaknya, stabilizer dari CRC sudah jadi piranti standar dari motor ini, jadi rider bisa mengatur tingkat rigiditas setir hanya dengan memutar knobnya. Selain itu, suspensi depan upside down dari Marzocchi juga sudah mengadopsi tipe adjustable.
Soal akselerasi, rasanya tak perlu naif melihat tenaga diatas kertas yang menunjukkan angka 212 dk dengan bobot 190 kg saja. Sayangnya, jarang sekali trek di Indonesia yang bisa benar-benar mengeluarkan potensi maksimal dari motor-motor ganas seperti MV Agusta F4 ini. Hasilnya, Kabaroto hanya bisa mendapatkan angka 210 kpj saat baru mengoper ke gigi 4 dengan motor 4 silinder segaris ini.
Soal konsumsi bahan bakar, kami memakai metode full-to-full yang menghasilkan angka 12,8 kpl Kalau tangan agak sedikit 'nakal' dan sesekali full throttle, konsumsi BBM motor yang dijuluki sebagai 'one of the most powerful bike in the world' ini pun masih tergolong irit yakni 10 kpl.
Baca Juga: Menikmati Petualangan 2 Alam 368 Kilometer Dengan Honda CRF 250 Rally