Suspensi depan model up-side down, desain pelek modern, menggunakan rem cakram dan suspensi belakang model monokok.
Nah tangkinya model Drip-Shape di atasnya ada emblem XSR, di sisi kanan kirinya ada emblem Yamaha. Bentuknya membulat, mirip motor-motor klasik. Didukung dengan lampu utama berteknologi LED, begitu juga dengan lampu belakang yang mengadopsi teknologi yang sama..
Saatnya saya menyalakan motor ini. Kuncinya model magnetik, bisa ditutup lubang kuncinya jika tidak digunakan. Begitu memutar kunci, lampu panel instrumer langsung menyala, berwarna putih. Saya pun langsung menggeser starter yang berada di kanan setang, berwarna merah ke bawah. Untuk mematikannya tinggal geser ke atas saja.
Saya pun keluar kantor YIMM untuk menuju jalan Jl. DR. KRT. Radjiman Widyodiningrat, Pulogadung, Jakarta Timur. Jalanan ini cukup ramai, saya hanya bisa berjalan pelan di kecepatan 40 kpj saja. Sambil menyesuaikan fitur-fitur di motor ini.
Tiba di jalan Raden Inten, kondisi cukup padat. Macet di dua lampu merah. Saya fikir motor ini tidak bisa masuk ke tengah-tengah kemacetan, tapi setelah saya jalani ternyata cukup nyaman ran lincah. Bodinya tidak terlalu besar mudah menyalip kanan dan kiri untuk membelah kemacetan.