Bahkan, aplikasi pelek Enkei JS8 pun tidak begitu merepresentasikan aura balap mobil berkelir ungu ini. “Selama ini masih jarang saya temui pemilik corona yang memodifikasi mobil tersebut karena anak2 muda cenderung memilih corolla untuk dimodifikasi. Mungkin karena modelnya yg kurang sporty alias ‘bapak-bapak banget’ ditambah bodynya yang berat. Jadi saya merasa tertarik dan ada tanyangan utk memutuskan bangun mobil ini biar lebih nyentrik, hehe,” Kekeh sang pemilik.

Namun suasana performa tinggi yang kental baru terasa ketika menyadari bahwa bagian kaca sudah diganti menggunakan bahan akrilik dan mengintip kabin yang sudah fully-stripped alias terondol. Artinya, keseriusan sang pemilik untuk menobatkan tahta mobilnya di kelas 13 detik tidak lagi sekadar main-main.

Untuk sektor keamanan pada bagian kabin, jok standar diganti dengan Bride Low Max bucket seat lengkap dengan harness dan roll cage seamless untuk proteksi maksimum sang pembalap sendiri. Jalur dan tangki bahan bakar pun sudah direlokasi di bagian kabin dengan alasan ergonomis serta reduksi bobot karena mobil drag race tidak membutuhkan kapasitas penyimpanan layaknya mobil standar.

Baca Juga: Kalau Jodoh Nggak Kemana, Cerita Dibalik Toyota Corona RT100 1976

Lanjut Baca lagi