
“Konsep awalnya untuk daily use dan sesekali ikut car contest makanya ada sunroof-nya, tuh. Berhubung persaingan ketat sehingga bengkel bodi HJ Autowork menyarankan utk ganti mesin pake 3S-GTE. Ya paling tidak ikut dalam kategori drag look. Nah dari situ untuk urusan mesin saya serahkan lebih serius ke bengkel GSS Engineering milik Yulfiardi,” Ungkap pengusaha tersebut.
Kunci utama tentu saja ada di mesin 3S-GTE GEN 1 ini, meskipun masih berpenggerak 2 roda (FWD), namun tenaga yang dihasilkan terbilang cukup ekstrim yakni 450 dk saat boost pressure di set pada tekanan 1,5 bar. “masih suka kendala di start yang overspin karena ban juga masih pakai yang semi slick. Kalau kekejar, tahun depan sudah pakai yang gardan 4WD,” Ujar Yulfi, sapaan akrabnya.
Tidak dibiarkan standar, punggawa mesin Toyota berperforma tinggi itu juga memperkuat internal mesin serta meng-upgrade sistem pembakaran dengan yang lebih besar agar suplai bahan bakar yang disemprotkan kedalam ruang bakar lebih deras, seperti aplikasi fuel pump Deatschwerks dengan kapasitas 350lp/h yang dialirkan pada injektor berkapasitas 750cc dari FIC.
Baca Juga: Honda Civic Estilo SR3 1994 - Mesin Melawan Kodrat