KabarOto.com - Andrea Kimi Antonelli berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah F1. Pembalap Mercedes asal Italia tersebut resmi menjadi juara dunia 2026 setelah finis di posisi ketiga pada F1 Meksiko, Minggu (1/11/2026).
Hasil tersebut sudah cukup untuk memastikan gelar juara dunia pertamanya. Antonelli mengunci titel meskipun balapan di Autódromo Hermanos Rodríguez dimenangi Max Verstappen, disusul Lewis Hamilton di posisi kedua.
Pada usia 20 tahun, Antonelli juga mematahkan rekor Sebastian Vettel sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah F1. Pencapaiannya semakin menarik karena ini baru musim keduanya berkompetisi di kelas tertinggi balap mobil tersebut.
Di balik kesuksesan itu, ada sejumlah cerita menarik yang mungkin belum banyak diketahui penggemar. Berikut tujuh fakta tentang perjalanan Kimi Antonelli hingga menjadi juara dunia F1 2026.

1. Nama Kimi Bukan Terinspirasi dari Kimi Raikkonen
Nama lengkapnya adalah Andrea Kimi Antonelli. Menariknya, Kimi bukan nama depannya, melainkan nama tengah yang diberikan sejak lahir.
Menurut penjelasan Mercedes, nama Kimi diberikan oleh seorang teman keluarga Antonelli karena dianggap cocok dengan nama lainnya.
Jadi, meskipun sama-sama pernah berkarier di F1, nama Kimi Antonelli bukan diberikan karena terinspirasi dari mantan juara dunia F1 asal Finlandia, Kimi Raikkonen.
Antonelli lahir di Bologna, Italia, pada 25 Agustus 2006. Ia tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia balap karena ayahnya, Marco Antonelli, merupakan mantan pembalap yang juga mengelola tim balap sendiri.
2. Pernah Ngumpet di Tumpukan Ban Supaya Bisa Masuk Paddock F1
Salah satu cerita masa kecil Antonelli cukup unik. Ketika berusia sekitar tujuh tahun, ia pernah menyelinap masuk ke area paddock saat F1 Jerman di Hockenheim pada 2014.
Baca Juga: Kimi Antonelli Akhirnya jadi Juara Dunia Formula 1 Termuda

Saat itu, Antonelli tidak memiliki akses untuk masuk karena usianya masih terlalu kecil. Ayahnya kemudian menyembunyikan Kimi di dalam tumpukan ban yang ditempatkan di atas troli, lalu mendorongnya melewati akses masuk paddock.
Untuk menghindari perhatian petugas, troli tersebut bahkan ditutupi payung. Setelah berhasil masuk, Antonelli bisa melihat langsung aktivitas di pit lane selama sekitar satu jam.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan masa kecilnya sebelum akhirnya benar-benar menjadi bagian dari grid Formula 1.
3. Mulai Balapan Karting pada Usia Tujuh Tahun
Ketertarikan Antonelli terhadap dunia balap sudah muncul sejak kecil. Ia pertama kali duduk di gokart ketika berusia dua tahun, meskipun saat itu belum cukup tinggi untuk menjangkau pedal.
Antonelli baru mengemudikan gokart sendiri sekitar usia lima tahun. Dua tahun kemudian, ia mulai mengikuti kompetisi karting dengan serius.
Bakatnya kemudian menarik perhatian Mercedes. Pada 2019, ketika berusia 12 tahun, Antonelli bergabung dengan program pembinaan pembalap muda Mercedes Junior Programme.
Baca Juga: Intip Strategi Kimi Antonelli untuk Menang di F1 Meksiko 2026
Di tahun pertamanya sebagai pembalap junior Mercedes, ia langsung meraih gelar WSK Euro Series dan WSK Super Master Series pada kategori OK Junior. Prestasi tersebut menjadi awal dari perjalanan panjangnya menuju Formula 1.
4. Punya Empat Gelar Junior dalam Dua Musim dan Langsung Melompat ke F2
Perjalanan Antonelli menuju Formula 1 terbilang sangat cepat. Pada 2022, ia berhasil meraih dua gelar sekaligus, yakni Italian Formula 4 dan ADAC Formula 4.

Setahun kemudian, ia kembali mencatatkan prestasi dengan menjuarai Formula Regional Middle East dan Formula Regional European Championship.
Artinya, dalam dua musim berkompetisi di kategori single-seater, Antonelli berhasil mengumpulkan empat gelar kejuaraan.
Prestasinya membuat Mercedes mengambil keputusan berani. Alih-alih mengikuti jalur pembinaan normal melalui Formula 3, Antonelli langsung dipromosikan ke Formula 2 pada 2024.
Keputusan tersebut cukup berisiko karena F2 merupakan satu tingkat di bawah Formula 1 dan menjadi kompetisi yang sangat kompetitif. Namun, Mercedes menilai kemampuannya sudah cukup untuk menghadapi tantangan tersebut.
5. Menggantikan Lewis Hamilton di Mercedes saat Baru Berusia 18 Tahun
Nama Antonelli semakin menjadi perhatian ketika Mercedes mengumumkan dirinya sebagai pengganti Lewis Hamilton untuk musim 2025.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena Hamilton merupakan juara dunia tujuh kali yang meninggalkan Mercedes untuk bergabung dengan Ferrari.
Antonelli pun langsung mendapatkan tanggung jawab besar dengan menjadi rekan setim George Russell. Saat diumumkan pada Grand Prix Italia 2024, usianya baru 18 tahun.
Baca Juga: Mercedes-AMG Petronas Pamerkan Corak Khusus untuk F1 Amerika Serikat
Musim debutnya pada 2025 memang tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat mengalami sejumlah kesulitan dan kesalahan, sehingga keputusan Mercedes mempromosikannya langsung ke tim utama sempat menuai kritik.
Meski demikian, Antonelli berhasil mengumpulkan tiga podium dan 150 poin pada musim pertamanya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum tampil jauh lebih kompetitif pada 2026.
6. Sempat Diragukan, tetapi Langsung Mencetak Lima Kemenangan Beruntun pada 2026
Menjelang musim 2026, Antonelli bukan favorit utama untuk menjadi juara dunia. Rekan setimnya, George Russell, justru lebih diunggulkan karena memiliki pengalaman lebih banyak dan tampil lebih konsisten pada musim sebelumnya.

Russell bahkan mengawali musim dengan kemenangan di Australia, sementara Antonelli mengalami kecelakaan besar saat sesi latihan bebas ketiga.
Namun, Antonelli membalas keraguan tersebut di Grand Prix China. Ia meraih pole position pertama sekaligus kemenangan pertamanya di Formula 1 setelah mengalahkan Russell dalam balapan.
Setelah itu, Antonelli kembali menang di Jepang, Miami, Kanada, dan Monako. Ia pun mencatatkan lima kemenangan beruntun yang membuat posisinya semakin kuat dalam perebutan gelar.
Kemenangan di China juga menjadikannya pembalap termuda yang meraih pole position F1. Sementara itu, kemenangan di Jepang membuatnya menjadi pembalap termuda yang pernah memimpin klasemen kejuaraan dunia.
Di Monako, Antonelli kembali mencetak sejarah sebagai pemenang termuda Grand Prix tersebut. Ia bahkan menjadi pembalap termuda yang meraih Grand Slam F1, yakni meraih pole position, memimpin seluruh lap, mencatatkan fastest lap, dan memenangkan balapan dalam satu akhir pekan.
7. Menang dari Posisi Start ke-19 di Monza dan Mengakhiri Penantian 73 Tahun Italia
Salah satu penampilan paling mengesankan Antonelli pada musim 2026 terjadi di Grand Prix Italia di Sirkuit Monza.
Akibat penalti mesin, ia harus memulai balapan dari posisi ke-19. Namun, Antonelli mampu memperbaiki posisinya secara bertahap hingga kembali bersaing di barisan depan.

Ia kemudian berhasil menyalip George Russell dengan tiga lap tersisa untuk mengamankan kemenangan di hadapan publik Italia.
Hasil tersebut menjadikannya pembalap Italia pertama yang memenangkan Grand Prix Italia sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966.
Puncak pencapaiannya datang di Grand Prix Meksiko. Dengan finis ketiga, Antonelli memastikan gelar juara dunia F1 2026 sekaligus mengakhiri penantian Italia selama 73 tahun untuk kembali memiliki juara dunia.
Ia menjadi pembalap Italia ketiga yang meraih gelar tersebut setelah Giuseppe Farina pada 1950 dan Alberto Ascari pada 1952 serta 1953.
Antonelli juga tercatat sebagai juara dunia termuda dalam sejarah Formula 1, melampaui rekor Sebastian Vettel yang menjadi juara pertama kali pada usia 23 tahun, empat bulan, dan 11 hari pada 2010.
Berdasarkan catatan statistik F1 hingga GP Meksiko, Antonelli sudah mengoleksi sembilan kemenangan Grand Prix, 16 podium, dan tujuh pole position pada musim 2026.
Perjalanan dari pembalap karting asal Bologna hingga menjadi juara dunia dalam waktu relatif singkat membuktikan bahwa Antonelli bukan sekadar talenta muda yang dipromosikan terlalu cepat. Ia berhasil menjawab kepercayaan Mercedes dengan pencapaian yang kini menempatkannya dalam sejarah besar Formula 1.