KabarOto.com - Indikator pengisian daya baterai Honda CR-V Gen 4 2013 menyala bukan sekadar tanda aki lemah. Situasi ini bisa menyebabkan masalah besar hingga mobil tidak bisa menyala.
Meski indikator pengisian daya baterai menyala, sebenarnya Honda CR-V masih bisa berjalan namun jarak lajunya tidak dapat terprediksi.
Mekanik mobil panggilan, Mamun menjelaskan situasi ini bisa berakibat fatal jika mobil dipaksakan berjalan.
Saat lampu indikator itu menyala sebaiknya semua kelistrikan seperti lampu, head unit, ac dimatikan saja, mobil tetap bisa jalan tapi kita enggak tahu sampai sejauh apa karena dia cuma punya tenaga baterai sisa, kalau mogok bisa repot apalagi mobil matik,
ungkap Mamun kepada KabarOto.com.
Mekanik yang sempat bekerja di bengkel di kawasan Jakarta Barat ini juga memberikan keterangan lain terkait menyalanya indikator pengisian baterai Honda CR-V.
Pengisian dinamo ampere (Alternator) gak maksimal biasanya jadi penyebab lampu indikator itu menyala, jadi bukan cuma disebabkan kondisi aki sudah lemah saja, kejadian gini sering terjadi pada Honda CR-V dan mobil tahun 2011 ke atas,
ujarnya kepada KabarOto.com.
Langkah Pengecekan Indikator Pengisian Daya Baterai Honda CR-V Menyala
Untuk mengecek masalah pada indikator yang menyala, pemilik kendaraan bisa mengecek voltase atau tegangan listrik pada aki mobil menggunakan voltmeter, sambungkan kabel merah ke kutub positif dan kabel hitam ke kutub negatif secara paralel.
Atur posisi saklar ke mode ACV atau DCV sesuai jenis sumber listriknya.
Baca Juga: Honda CR-V 2013 Ganti Upper Arm Adjustable Atasi Ban Mobil Miring, Ini Fungsinya
Jika tegangan menunjukkan di bawah angka 12,4 - 12,7 volt dalam keadaan mesin mobil mati menandakan aki sudah melemah dan perlu dilakukan pergantian.
Lalu, jika saat mesin menyala dan tegangan menunjukkan angka 13,7 - 14,7 volt tandanya normal. Sebaliknya jika berada di bawah ambang ini, bisa disimpulkan tidak normal yang menyebabkan lampu indikator bisa menyala.
Bagian Alternator Rusak
Selain pengecekan aki atau baterai, Alternator yang rusak bisa menyebabkan lampu indikator menyala.
Alternator kalau rusak, mobil tidak mendapatkan suplai daya yang cukup, ketika Alternator rusak sebenarnya bisa dilakukan servis terlebih dahulu tanpa ganti segelondongan karena bakal lebih mahal,
jelas Mamun.
Alternator rusak pun bisa di beberapa bagian, bagian-bagian vital sering menjadi masalah besar untuk mobil lansiran lama atau berumur tua karena umur komponen yang menua.
Biasanya bagian carbon brush (Arang Alternator), bisa di IC-nya, atau bearing. Tapi rata-rata brushnya yang rusak atau IC,
ungkap Mamun.
Servis Alternator, Perlu Pergantian Brush
Setelah pengecekan lebih dalam, Alternator perlu dibongkar dan dilakukan servis. Ditemukan bagian arang atau brush alternator sudah rusak yang menyebabkan mobil tidak mendapatkan daya listrik.
Langkah preventif yang bisa dilakukan adalah mengganti bagian carbin brush dengan yang baru. Carbon brush bisa cepat habis karena terus bergesekan dengan slip ring, menyebabkan arus listrik terputus.
Baca Juga: Serba Serbi Filter Udara Berbeda Material, Ini Penjelasannya
Biaya Servis Alternator dan Pergantian Carbon Brush (Arang Alternator)
Alternator yang hendak diservis diharuskan melakukan pembongkaran terlebih dahulu, setelah itu dicek tiap komponennya. Biaya perbaikan Alternator tersebut beragam mulai dari Rp400 ribu - Rp800 ribu tergantung jumlah komponen yang rusak.
Jika ingin mengganti unit Alternator baru biayanya berkisar Rp1 jutaan - Rp8 jutaan.
Setelah perbaikan, mekanik akan kembali memeriksa tegangan sistem pengisian menggunakan voltmeter. Pemeriksaan ini dilakukan dalam kondisi mesin hidup untuk memastikan alternator bekerja dengan normal.
Selain itu, mobil juga akan dipindai menggunakan alat scanner OBD guna mendeteksi kemungkinan adanya kode kesalahan (error code) pada sistem kelistrikan atau modul kontrol mesin.
Baca Juga: Perbedaan Oli Mesin API SP dengan API SN, Mana yang Lebih Cocok untuk Mobil Modern?
Dalam kondisi normal, tegangan pengisian saat mesin hidup umumnya berada di kisaran 13,7 hingga 14,7 volt. Angka ini menandakan bahwa alternator mampu menyuplai listrik dengan baik sekaligus mengisi aki secara optimal.
Jika tegangan berada dalam rentang tersebut, maka sistem kelistrikan dapat dianggap kembali normal dan lampu indikator aki tidak akan menyala lagi.