KabarOto.com - Kehadiran Aozoom di ajang GIIAS 2026 menjadi sinyal kuat bahwa brand lampu mobil premium asal Tiongkok ini serius menggarap pasar Indonesia.
Aozoom Punya Taraf Global
Memasuki tahun kedua, Aozoom tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga membawa ambisi besar sebagai pemain global. Kevin Keegan selaku Direktur Aozoom Indonesia menegaskan hal tersebut.
Ini tahun kedua Aozoom ikut GIIAS, dan kita ingin menunjukkan bahwa Aozoom bukan brand baru, tapi brand global,
tegas Kevin kepada KabarOto.com, Sabtu (1/8/2026).
Dengan pengalaman internasional, Aozoom kini telah menjangkau lebih dari 56 negara hingga Azerbaijan, Rusia, Kolombia, USA, terus India, Thailand, Filipina. Ekspansi luas ini menjadi modal penting bagi Aozoom untuk masuk ke pasar Indonesia yang dinilai masih berkembang.
Aozoom itu sudah ada di lebih dari 50 negara, jadi secara global kita sudah punya market yang cukup besar, sekaligus memperkuat positioning Aozoom sebagai brand berkelas dunia,
ujar Kevin saat diwawancarai KabarOto.com.
Aozoom Jamin Kualitas Lebih Baik
Di sisi produksi, Aozoom mengandalkan kekuatan manufaktur sendiri. Hal ini membuat kualitas produk lebih terjaga dibanding brand lain yang bergantung pada banyak pemasok.
Melihat peluang di Indonesia, Aozoom juga menilai segmen premium masih terbuka lebar. Dominasi brand lokal justru menjadi celah strategis bagi Aozoom untuk masuk ke pasar tersebut.
Baca Juga: Mazda 3 dapat Pembaruan Lampu Matrix LED dan i-Activsense
Kekuatan R&D Jadi Senjata Utama Aozoom di Industri Lampu Otomotif
Salah satu kekuatan utama Aozoom terletak pada kemampuan riset dan pengembangan (R&D) yang dimilikinya. Berbeda dari banyak kompetitor, Aozoom memiliki tim desainer internal dalam jumlah besar yang fokus mengembangkan produk secara mandiri.
Dengan sistem ini, Aozoom tidak bergantung pada desain dari pihak ketiga. Hal tersebut memungkinkan brand ini menciptakan produk yang lebih orisinal dan kompetitif di pasar global.
Baca Juga: Seputar Lampu Sein yang Mungkin Belum Diketahui Sobat
Tak hanya desain, Aozoom juga mengembangkan komponen penting secara mandiri, termasuk chip lampu. Hal ini semakin memperkuat kontrol kualitas yang dimiliki brand tersebut.
Banyak brand lain itu beli desain, tapi Aozoom develop sendiri dari nol bahkan chip-nya, ini diferensiasi kuat Aozoom di industri,
jelas Kevin.
Pengalaman global juga menjadi nilai tambah bagi Aozoom dalam mengembangkan produk. Awalnya mengadopsi teknologi Eropa, kini Aozoom telah mampu mengembangkan standar sendiri.