KabarOto.com - Paddock MotoGP resmi menyambangi wilayah Styria untuk melakoni putaran ke-15 musim 2026 di sirkuit bersejarah Red Bull Ring. Lintasan ini menjadi saksi tepat satu dekade dominasi Ducati sejak Andrea Iannone memberikan kemenangan pertama bagi pabrikan Borgo Panigale pada 2016.
Sejak saat itu, motor Desmosedici GP konsisten menyapu bersih setidaknya satu kemenangan setiap tahunnya di Spielberg.
Mewakili Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (#93) datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan akhir pekan sempurna di Misano.
Keberhasilannya memangkas defisit 102 poin dan merebut kembali posisi puncak klasemen menjadi modal utama The Baby Alien untuk mengunci gelar Juara Dunia MotoGP 2026 hingga akhir musim.
Baca Juga: Kutukan Rekan Satu Tim, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin Cedera
Kami datang dari akhir pekan yang sempurna: kemenangan di Misano memberi saya dorongan motivasi yang sangat besar, ditambah lagi dukungan luar biasa dari para fans Ducatisti. Di Austria tahun lalu kami tampil kompetitif, dan bersama seluruh tim, kami perlu memanfaatkan momentum positif ini sebaik mungkin untuk terus bertarung di barisan terdepan,
yakin Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo Team.
Di sisi lain garasi, Francesco Bagnaia (#63) bertekad bangkit dari hasil mengecewakan di seri sebelumnya. Berbekal catatan sejarah tiga kemenangan di Red Bull Ring, Pecco siap memaksimalkan potensi motornya di lintasan favoritnya ini.
Di Misano tentu tidak mudah mengakhiri balapan dengan terjatuh di hadapan para pendukung, tetapi kami harus terus bekerja keras bersama tim. Austria adalah lintasan di mana Ducati secara historis selalu mampu membuat perbedaan dan tempat saya meraih hasil-hasil hebat di masa lalu. Kami tidak akan menyerah dan terus menekan,
ujar Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo Team.
Misi Mengejar Ketertinggalan dan Kebangkitan Aprilia Racing
Memasuki seri ke-15 sebelum dimulainya tur Asia-Pasifik, Aprilia Racing berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi fisik Jorge Martin. Usai finis kelima di Misano akibat indikasi compartment syndrome (arm pump) pada lengan bawahnya, Martin memfokuskan perhatian untuk menjaga kebugaran fisik demi tetap kompetitif di Austria.
Misano tidak berjalan persis sesuai harapan kami. Terlepas dari itu, kami mengambil sisi positifnya karena saya memiliki feeling dan kecepatan yang bagus sampai lengan bawah saya mulai terasa menegang. Setelah Austria, kami akan mengevaluasi masalah fisik ini. Fokus kami sekarang adalah Austria, lintasan yang sangat saya sukai,
ujar Jorge Martin, pembalap Aprilia Racing.
Sementara itu, Marco Bezzecchi berambisi menghapus kekecewaan akibat terjatuh di lap pertama balapan utama Misano. Rekor pole position dan waktu putaran tercepat yang diraihnya di Misano menjadi modal utama bagi sang pembalap Italia untuk kembali bersaing di barisan depan.
Saya tentu kecewa dengan balapan di Misano, tetapi hal positifnya adalah Austria langsung datang. Kembali menunggangi motor secepat mungkin setelah melakukan kesalahan adalah hal fundamental. Kesalahan di Misano menyakitkan, tetapi kami akan mengubah rasa sakit itu menjadi semangat untuk tampil maksimal di Austria,
kata Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.
Analisis Teknis Sirkuit, Pilihan Ban, dan Potensi Cuaca
Sirkuit Red Bull Ring membentang sepanjang 4,35 km dengan 11 tikungan (8 kanan dan 3 kiri) serta variasi ketinggian mencapai 65 meter. Sejak penambahan chicane pada Tikungan 2 di musim 2022 untuk meningkatkan aspek keselamatan, karakter lintasan yang dipenuhi area stop-and-go dan zona pengereman keras ini menjadi ujian berat bagi ketahanan ban serta performa pengereman motor.
Untuk menghadapi karakter lintasan yang menguras tenaga ban ini, pemasok ban Michelin memprioritaskan alokasi ban slick dengan konstruksi karkas rear (belakang) yang diperkuat khusus. Konstruksi khusus ini dirancang guna meredam kenaikan suhu berlebih pada permukaan ban akibat akselerasi keras di trek lurus panjang.
- Strategi Kompon Ban: Mayoritas tim diprediksi mengandalkan ban depan kompon Medium atau Hard untuk menjaga stabilitas saat pengereman keras di tikungan tajam. Sedangkan untuk Sprint Race (14 lap), ban belakang kompon Soft asimetris (sisi kanan lebih keras) menjadi pilihan favorit demi cengkeraman instan. Pada Main Race (28 lap), strategi beralih ke kompon Medium belakang guna menjaga kestabilan ban hingga garis finis.
- Kondisi Cuaca Styria: Terletak di area pegunungan Styria, sirkuit ini kerap diwarnai perubahan cuaca ekstrem yang mendadak. Suhu permukaan trek yang panas dapat memicu thermal degradation (penurunan performa akibat panas), sementara ancaman hujan deras secara tiba-tiba menuntut kesiapan tim menyiapkan alokasi ban basah (rain tyres) kompon Soft dan Medium.
Baca Juga: Sama-Sama 274 Poin, Marc Marquez Unggul dari Jorge Martin di Klasemen MotoGP 2026
Jadwal Lengkap MotoGP Austria 2026 (WIB)
| Hari / Tanggal | Waktu (WIB) | Sesi / Mata Acara |
| Jumat, 18 September 2026 | 15:45 – 16:30 | Free Practice 1 (FP1) |
| 20:00 – 21:00 | Practice (P) | |
| Sabtu, 19 September 2026 | 15:10 – 15:40 | Free Practice 2 (FP2) |
| 15:50 – 16:05 | Kualifikasi 1 (Q1) | |
| 16:15 – 16:30 | Kualifikasi 2 (Q2) | |
| 20:00 | Sprint Race (14 Lap) | |
| Minggu, 20 September 2026 | 14:40 – 14:50 | Warm Up |
| 19:00 | Main Grand Prix Race (28 Lap) |