OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Apa Saja yang Terjadi Jika Sobat Nekat Gunakan Ban Kondisi Tak Laik Jalan?

Kipli - Rabu, 03 Juli 2024
OtoTips Tips Motor

KabarOto.com - Waktu yang tepat untuk mengecek tekanan ban adalah saat ban dalam kondisi dingin, seperti di pagi hari atau ketika sepeda motor belum digunakan. Terdapat beberapa risiko dan potensi bahaya yang terjadi, jika pengendara nekat mengendarai sepeda motor dengan tekanan ban kurang angin atau kempis.

Ban yang dalam kondisi prima memiliki kinerja traksi yang baik, sehingga tenaga dari mesin dapat tersalurkan dengan optimal. Jika ban dalam kondisi aus atau gundul, kinerja tersebut akan berkurang. Jika dibiarkan dalam kondisi kempes atau kurang tekanan angin, konsumsi bahan bakar akan menjadi lebih boros.

Baca Juga: Intip Teknologi Anti Bocor Pada Ban Motor di Reli Dakar

"Karena hilangnya traksi pada ban yang kurang tekanan, efek yang paling terasa bagi pengendara adalah ban yang licin. Bukan hanya saat hujan atau di jalan basah, ban yang gundul juga akan menyebabkan kinerja ban menjadi licin bahkan pada permukaan jalan yang kering," kata Ade Rohman selaku Sub Department Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora.

Menurutnya, efek lain dari penggunaan ban gundul adalah kendali sepeda motor menjadi tidak stabil dan bergetar, sulit untuk berbelok, dan yang paling fatal adalah sepeda motor menjadi oleng dan sulit dikendalikan.

Jika sistem pengereman dalam kondisi baik tetapi kinerja rem tidak optimal, seperti jarak pengereman panjang dan tidak efektif menghentikan kendaraan, salah satu penyebabnya adalah ban dengan tekanan kurang tepat. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan dan sangat berbahaya.

"Yang paling fatal jika nekat menggunakan ban yang dalam keadaan kempis adalah berpotensi rusak, seperti pecah karena tekanan berlebih atau lebih mudah terkena duri tajam seperti paku atau pecahan kaca karena ketebalan ban yang sudah sangat menipis," katanya.

Ia juga menambahkan, jika ban pecah dalam kondisi diam, masih bisa diantisipasi, namun jika ban pecah saat berkendara, ini berpotensi menyebabkan kecelakaan dan bisa merembet pada kerusakan komponen lainnya seperti pelek dan sokbreker.

Baca Juga: Dirikan Seven Speed Motorsport, Al Ghazali Ramaikan Dunia Balap Indonesia

Selain ban kempes, pengendara juga harus menghindari penggunaan ban yang sudah aus atau gundul. "Ban gundul bisa ditandai dengan hilangnya kembang atau alur pada permukaan ban, bahkan pada kondisi yang sudah parah bisa terlihat benang nylon, yang menunjukkan kondisi ban sudah sangat tipis dan tidak layak digunakan sehingga harus diganti dengan yang baru," pungkas Ade

Ciri lain untuk mengidentifikasi ban yang sudah saatnya diganti dapat dilihat pada Tread Wear Indicators (TWI), yang merupakan indikator batas ketebalan tapak ban. TWI ditandai dengan benjolan kecil yang dapat ditemui di celah kembangan ban. Jika ketebalan tapak ban sudah sangat dekat atau bahkan sejajar dengan benjolan TWI, itu artinya ban harus segera diganti. Posisi benjolan TWI dapat dilihat dengan menarik garis lurus ke bagian tapak dari tanda segitiga yang ada di sisi ban.

Baca Artikel Asli