OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

B50 Bikin Komponen Mesin Rontok? Ini Jawaban Tegas Komatsu dan United Tractors!

Putra B - 2 jam, 33 menit lalu
OtoKomersial

KabarOto.com - Menyusul implementasi kebijakan energi bersih nasional, PT United Tractors Tbk bersama Komatsu resmi menyatakan kesiapan penuh untuk mengadopsi bahan bakar Biodiesel B50 mulai Juli 2026 mendatang.

Melansir keterangan resminya pada Minggu (28/6/2026), kepastian ini didukung dengan penerbitan panduan teknis resmi Service Tips terbaru bernomor STT26048.

Baca Juga: FAW Uji Truk Listrik Pakai Baterai Sodium-Ion Pada Suhu Ekstrim

Melalui panduan tersebut, manufaktur memberikan jaminan garansi total bagi seluruh lini alat berat Komatsu yang menggunakan campuran bahan bakar berbasis minyak kelapa sawit yang telah memenuhi standar SNI 7182.

Siasat Komatsu Atasi Efek Karakteristik B50

Pengimplementasian bahan bakar Biodiesel B50 atau bahan bakar dengan penggunaan campuran minyak kelapa sawit hingga sebesar 50% dinilai tentu membawa konsekuensi teknis pada sistem saluran bahan bakar setiap kendaraan diesel.

Pahami

Karakteristik kimia B50 yang lebih agresif berpotensi mengikis komponen karet standar dalam jangka panjang. Guna mengantisipasi hal ini, Komatsu mewajibkan peningkatan spesifikasi material pada bagian selang bahan bakar dan O-rings.

Komponen yang semula berbahan Nitrile Butadiene Rubber (NBR) harus ditingkatkan menjadi Hydrogenated Nitrile Butadiene Rubber (HNBR) karena memiliki ketahanan jauh lebih tinggi terhadap paparan biodiesel pekat.

Dalam hal manajemen pemeliharaan, komponen pelindung ini dimasukkan ke dalam kategori perawatan berkala wajib dengan jadwal penggantian setiap 4.000 jam kerja atau maksimal 2 tahun sekali, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.

Baca Juga: Punya Tugas Penting, Ini Peran Fuel Truk di Area Pertambangan

Tak sampai disitu, Komatsu juga menekankan pentingnya penggunaan filter bahan bakar asli untuk menyaring partikel pengotor secara optimal sekaligus mencegah penyumbatan prematur pada sistem pembakaran.

Panduan Transisi dan Penyimpanan Aman Biodiesel B50

Sifat alami biodiesel yang mudah mengikat air menuntut pengelolaan logistik bahan bakar yang ketat di lapangan. Bahkan, bagi unit operasional lama yang baru pertama kali bermigrasi dari solar konvensional ke B50, diperlukan penanganan transisi yang presisi.

Ilustrasi Perawatan Alat Berat Wheel Loader Komatsu (Foto: Komatsu)

Pasokan B50 dalam tangki penyimpanan utama disarankan habis dalam waktu maksimal 6 bulan, sementara bahan bakar yang telah masuk ke dalam tangki unit alat berat tidak boleh mengendap lebih dari 3 bulan untuk menghindari penurunan kualitas.

Penumpukan kadar air berlebih akibat kondensasi udara dapat memicu pertumbuhan mikroba yang merusak, sehingga operator diwajibkan melakukan pengurasan air tangki secara harian sebelum operasi serta mengisi penuh tangki bahan bakar setiap kali unit selesai bekerja.

Baca Juga: Bio Solar B50 Bakal Berlaku 1 Juli 2026, Simak Kata Ahli ITB Ini!

Selain itu, pembersihan deposit tangki yang rontok akibat efek detergen dari biodiesel harus diatasi dengan langsung mengganti filter bahan bakar di awal pemakaian, disusul percepatan jadwal penggantian filter berikutnya hingga setengah dari interval reguler.

Lebih jauh, apabila alat berat direncanakan menganggur atau masuk masa libur panjang selama 3 bulan atau lebih, sistem bahan bakar wajib dikuras bersih terlebih dahulu dengan menghidupkan mesin menggunakan solar murni setidaknya selama 30 menit sebelum penyimpanan.

Pengawasan Mutu Pelumas dan Efisiensi Daya

Sementara itu, aspek penting lainnya yang tidak boleh luput dari pengawasan mekanik terhadap kendaraan operasional yang akan memakai bahan bakar Biodiesel B50 adalah potensi pengenceran oli mesin akibat rembesan bahan bakar, atau yang dikenal dengan istilah fuel dilution.

Excavator Komatsu PC158 (Foto: Komatsu)

Pengguna disarankan untuk melakukan pengambilan sampel oli secara berkala guna memastikan kandungan bahan bakar di dalam pelumas tidak melewati ambang batas aman sebesar 5% demi menjaga fungsi pelumasan mesin tetap bekerja ideal.

Secara performa, sifat dasar B100 yang memiliki kerapatan energi sekitar 7-10% lebih rendah dibanding solar murni akan sedikit memengaruhi output kerja mesin. Konsumen perlu mengantisipasi adanya penurunan daya atau penyesuaian konsumsi bahan bakar yang bervariasi.

Baca Juga: Berlaku 1 Juli 2026, Pahami Arti Biosolar B50 dan dan Efeknya pada Kendaraan Diesel

Melalui kesiapan teknis yang terstruktur ini, United Tractors dan Komatsu berkomitmen mendampingi para pelaku industri untuk tetap produktif di tengah transisi menuju era operasional hijau yang ramah lingkungan.

Sebagai catatan, jaminan garansi dan panduan operasional B50 ini berlaku secara eksklusif hanya untuk alat berat yang menggunakan mesin asli pabrikan Komatsu atau Cummins. Penggunaan B50 pada unit dengan mesin di luar merek tersebut tidak mendapatkan persetujuan resmi.

Baca Artikel Asli