KabarOto.com - BAIC T1 akan diproduksi secara lokal, sehingga harganya bisa lebih murah lagi. Saat ini, mobil tersebut masih berstatus impor utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Tiongkok. Targetnya mulai dirakit di Indonesia akhir 2026 atau paling lambat awal 2027.
Fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat, akan menjadi tempat produksi kendaraan crossover tersebut. Rencana ini disampaikan Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia, Dhany Yahya, di Bandung, Selasa (18/08/2026).
Baca Juga: Pencapaian Positif BAIC Indonesia Selama GIIAS 2026
"Iya akhir tahun ini atau awal tahun depan di Handal," ujar Dhany. Perubahan status produksi tersebut diproyeksikan memberikan dampak terhadap banderol T1.
Memangkas Biaya Impor
Selain memangkas sejumlah biaya terkait impor, kandungan komponen dalam negeri yang memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) membuka peluang memperoleh fasilitas fiskal.
Menurut Dhany, insentif tersebut berpotensi memberikan ruang bagi perusahaan untuk menawarkan kendaraan dengan nilai jual yang lebih kompetitif.
Harga tentu (turun), karena kita berharap dengan TKDN tadi akan qualified untuk bisa free luxury tax kurang lebih 15 persen. Tentu ini akan memberikan kemudahan," jelasnya.
Bidik Banderol di Bawah Rp350 Juta
Meski belum menetapkan angka penyesuaian secara pasti, BAIC Indonesia telah memiliki gambaran mengenai target setelah produksi dalam negeri berjalan. Perusahaan berharap crossover listrik ini dapat dipasarkan dengan nilai kurang dari Rp350 juta.
"Jadi harapan kita nantinya bisa dijual di bawah Rp350 juta," kata Dhany.
Saat ini, T1 masih dipasarkan sebagai kendaraan CBU. Banderol khusus untuk 1.000 pembeli pertama ditetapkan Rp373 juta, sementara harga normalnya berada di angka Rp393 juta.
Apabila target baru tersebut terealisasi, calon pemilik berpeluang memperoleh selisih setidaknya Rp23 juta dibandingkan harga perkenalan yang berlaku sekarang.
Baca Juga: Tes Drive BAIC T1: Menguji Ketangguhan EV 300 Jutaan dari Tangerang ke Bandung
Kehadiran versi rakitan dalam negeri juga diharapkan memperkuat posisi BAIC di segmen kendaraan elektrifikasi Tanah Air. Terlebih, harga yang lebih rendah dapat menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen.