KabarOto.com - BAIC Indonesia menegaskan, T1 tidak diposisikan sebagai pesaing langsung mobil listrik mungil seperti Chery Q dan Geely EX2. Meski ketiganya sama-sama menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan, namun memiliki karakter berbeda, karena mengusung format crossover dengan dimensi yang lebih besar.
Perbedaan posisi tersebut menjadi alasan BAIC Indonesia tetap percaya diri memasarkan T1 dengan harga sekitar Rp370 jutaan, meski sejumlah mobil listrik di kelas hatchback sudah tersedia dengan banderol sekitar Rp200 jutaan.
Baca Juga: BAIC T1 akan Diproduksi Lokal, Harga Berpotensi Turun di Bawah Rp350 Juta
Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan dimensi menjadi salah satu pembeda utama antara T1 dan dua model listrik yang berada di kelas harga lebih rendah tersebut.
Kami bukan bermain di segmen mereka,” ujar Dhani saat ditemui di Bandung, Selasa (18/8/2026).
BAIC T1 Punya Dimensi Lebih Besar

Dhani menjelaskan, BAIC T1 memiliki panjang bodi sekitar 4,3 meter. Ukuran tersebut membuat T1 menurut BAIC lebih tepat dikategorikan sebagai crossover ketimbang hatchback perkotaan.
Sebagai pembanding, Chery Q dan Geely EX2 memiliki panjang sekitar 4,1 meter.
“Itu (Chery Q dan Geely EX2) panjangnya 4,1 meter, jadi dimensi yang cukup berbeda (dibandingkan BAIC T1). Jadi kami enggak ngelihat hatchback, tapi ini crossover masuknya,” jelas Dhani.
Dengan pendekatan tersebut, BAIC Indonesia tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya parameter dalam menentukan posisi T1 di pasar. Perusahaan lebih menonjolkan dimensi, karakter bodi, serta segmen kendaraan yang ditawarkan.
Bidik Rival di Kelas Rp300-400 Jutaan
BAIC Indonesia menyebut beberapa mobil listrik lain yang dinilai lebih relevan untuk dibandingkan dengan T1. Di antaranya adalah AION UT, BYD Dolphin, dan GWM Ora.
Ketiga model tersebut memiliki harga yang lebih berdekatan dengan BAIC T1, yakni berada di rentang Rp300 juta hingga Rp400 jutaan.
Artinya, BAIC T1 memang tidak diarahkan menjadi pilihan mobil listrik dengan harga paling terjangkau di Indonesia. BAIC memilih bermain di kelas yang lebih tinggi dengan menawarkan format crossover dan dimensi yang lebih besar.
Strategi ini juga membuat T1 memiliki ceruk pasar tersendiri di tengah semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik berharga relatif terjangkau.
Awalnya CBU, Segera Diproduksi Lokal
BAIC T1 resmi diperkenalkan kepada konsumen Indonesia dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Pada tahap awal, unit yang dipasarkan di Indonesia masih berstatus completely built up (CBU) atau diimpor secara utuh dari China.
Namun, BAIC Indonesia telah menyiapkan langkah berikutnya dengan memproduksi T1 secara lokal. Perakitan kendaraan tersebut direncanakan dimulai di fasilitas BAIC di Purwakarta, Jawa Barat, pada akhir 2026.
Produksi lokal diharapkan dapat memperkuat posisi T1 di pasar Indonesia sekaligus menjadi bagian dari strategi BAIC dalam mengembangkan bisnis kendaraan listrik di Tanah Air.
Spesifikasi BAIC T1
Dari sisi teknis, BAIC T1 mengandalkan motor listrik dengan output 70 kW atau sekitar 93,8 hp. Motor tersebut menghasilkan torsi maksimum 176 Nm.
Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 42,3 kWh.
BAIC mengklaim T1 mampu menempuh jarak hingga 425 kilometer dalam sekali pengisian berdasarkan metode pengujian CLTC.
Dengan kombinasi dimensi crossover, baterai berkapasitas 42,3 kWh, serta jarak tempuh yang diklaim mencapai 425 kilometer, BAIC berharap T1 dapat menarik konsumen yang menginginkan mobil listrik perkotaan dengan ukuran lebih besar, bukan sekadar mengejar harga termurah.
Baca Juga: Tes Drive BAIC T1: Menguji Ketangguhan EV 300 Jutaan dari Tangerang ke Bandung
Bagi BAIC Indonesia, pendekatan tersebut menjadi pembeda utama T1 dari mobil listrik hatchback yang saat ini bermain di kisaran harga Rp200 jutaan.