BMW M Memastikan Mobil Listriknya Lebih "Ultimate Driving Machine"
KabarOto.com - BMW M GmbH bersiap melakukan revolusi terbesar dalam sejarahnya menghadirkan mobil listrik performa tinggi. Sedianya tahun 2027, divisi performa tinggi BMW ini akan memperkenalkan generasi terbaru kendaraan listrik (EV) yang menjanjikan pengalaman "Ultimate Driving Machine" tanpa emisi.
Langkah tersebut bukan sekadar transisi energi, melainkan standar baru di segmen kendaraan performa tinggi yang menggabungkan keganasan di lintasan balap dengan kenyamanan berkendara harian. Sesuai motto terbarunya adalah, “Born on the racetrack. Made for the streets. Core of a passionate community”.
Inti dari transformasi ini adalah arsitektur Neue Klasse yang didukung oleh empat komputer berperforma tinggi yang disebut sebagai "Superbrains".
Baca Juga: BYD Jadi Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Tahun 2025
Salah satu unit paling krusial adalah "Heart of Joy", pusat kendali dinamika berkendara yang menyatukan seluruh sistem elektronik untuk menghasilkan respons yang lebih cepat dan presisi dibandingkan sistem konvensional.
Franciscus van Meel, Managing Director BMW M GmbH, menegaskan bahwa teknologi ini akan membawa pengalaman berkendara BMW M ke tingkat yang belum pernah ada sebelumnya.
"Kami akan menginspirasi pelanggan dengan dinamika berkendara luar biasa yang siap untuk lintasan balap, namun tetap praktis untuk penggunaan sehari-hari," ujarnya.
Berbeda dengan mobil listrik standar, BMW M mengembangkan konsep eDrive inovatif di mana setiap roda digerakkan oleh satu motor listrik secara independen. Sistem ini memungkinkan kontrol torsi yang sangat presisi di setiap roda (M Dynamic Performance Control), memberikan traksi optimal bahkan dalam kondisi ekstrem.
Menariknya, meskipun menggunakan sistem all-wheel drive, poros roda depan dapat diputus sepenuhnya secara elektronik. Hal ini memungkinkan pengemudi merasakan karakteristik khas BMW M yakni penggerak roda belakang yang dinamis, sekaligus meningkatkan efisiensi energi dan jarak tempuh saat melakukan perjalanan jauh di jalan raya.
Untuk mendukung performa tinggi, BMW menyematkan baterai berkapasitas lebih dari 100 kWh dengan teknologi silinder Gen6. Berkat arsitektur 800-volt, mobil ini tidak hanya menawarkan tenaga puncak yang besar tetapi juga kemampuan pengisian daya yang sangat cepat.
Selain itu, sistem pendinginan dan manajemen energi (Energy Master) telah dioptimalkan agar baterai tetap stabil saat dipacu di sirkuit (racetrack-ready) tanpa mengorbankan daya tahan untuk penggunaan komersial harian.
Baca Juga: Genesis GV60 Magma Dibanderol Rp1,2 Miliar, Serius Main di Level Supercar
BMW M juga memperkenalkan terobosan dalam aspek keberlanjutan. Untuk pertama kalinya, elemen serat alam (natural fibre) akan digunakan pada lini model performa tinggi ini.
Material tersebut memiliki karakteristik kekuatan yang setara dengan serat karbon, namun proses produksinya menghasilkan emisi CO2 sekitar 40% lebih rendah. Penggunaan material ringan ini memastikan bobot kendaraan tetap ideal demi kelincahan manuver.
Dengan simulasi perpindahan gigi (gear shifts) dan lanskap suara (soundscape) yang baru dikembangkan, BMW berupaya memastikan bahwa emosi berkendara yang selama ini menjadi jiwa BMW M tetap terasa nyata, meski tanpa deru mesin pembakaran tradisional.
Baca Original Artikel