KabarOto.com - Kimera Automobili melanjutkan warisannya melalui Kimera K39, yang disebut sebagai sebuah mobil 'hyper-restomod' lahir dari tradisi balap. Ditenagai oleh dapur pacu Koenigsegg, simfoni suaranya dikembangkan secara khusus oleh Capristo.
Kimera K39 lebih dari sekadar mobil penghormatan (tribute car). K39 mewakili visi Kimera yang paling ekstrem dan emosional. Untuk melengkapi keotentikan mekanikalnya, kehadiran karakter suara yang membakar semangat sangat dibutuhkan guna menyempurnakan keandalan teknisnya.
Baca Juga: Sejarah Lancia 037, Warisan Balap legendaris Group B Rally
Suara Knalpot Sebagai Identitas
Pendekatan Capristo terhadap sistem pembuangan (exhaust system) K39 dipandu oleh prinsip-prinsip yang sama dengan pembentuk suara ikonik reli klasik, serta menyatu sempurna dengan mesin Koenigsegg, yakni konstruksi ringan, karakter tanpa batas, dan nada 'mentah' (raw) untuk melengkapi jantung pacunya yang bertenaga.

Hasil raungan knalpotnya terdengar tajam, bernuansa metalik, dan jelas terinspirasi dari dunia motorsport. Harmonisasi yang dirancang khusus, dipadukan dengan suara agresif serta resonansi di RPM tinggi, menciptakan suara yang terasa bernyawa dari kondisi idle hingga redline.
Baca Juga: Henri Toivonen, Pembalap 'Korban' Keganasan Rally Group B
Mesin Koenigsegg 1.000 dk
Kolaborasi Capristo dengan Kimera Automobili dimulai dari proyek EVO37 yang ternama, sistem knalpot menjadi bagian penting dari identitas mobil tersebut. EVO37 meraih pujian global karena berhasil memadukan rekayasa modern dengan jiwa ikon rali tahun 1980-an.
Dengan mesin V8 bertenaga 1.000 dk buatan Koenigsegg, keterlibatan Capristo memastikan bahwa sisi emosional dari mesin ini tetap sama pentingnya dengan sisi teknis. Bagi mereka, suara bukanlah sekadar aksesori, suara adalah identitas.

