OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Cara Nissan Berbenah, Percepat Pengembangan Walau Ketinggalan dari Tiongkok

Pradia Eggi - Senin, 10 Agustus 2026
OtoNews OtoBrand Mobil News Nissan

KabarOto.com - Nissan berupaya bangkit setelah menghadapi tekanan bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu strategi utama yang kini dijalankan adalah mempercepat waktu pengembangan produk baru agar tetap kompetitif di pasar global.

Dalam sebuah acara di kantor pusat global Nissan, eksekutif perusahaan, Kazuyuki Yamaguchi, menegaskan bahwa percepatan ini menjadi kunci kelangsungan bisnis.

Jika kami tidak bisa membawa produk baru ke pasar dengan lebih cepat, kami tidak akan bertahan,

ujar Yamaguchi dikutip KabarOto.com.

Nissan Percepat Waktu Pengembangan Mobil

Melalui sejumlah perubahan strategis, Nissan berhasil memangkas waktu pengembangan kendaraan baru dari sebelumnya 50 bulan menjadi 37 bulan.

Sementara itu, model turunan kini dapat dikembangkan hanya dalam 30 bulan, atau sekitar 40 persen lebih cepat dibanding sebelumnya.

Nissan Fairlady Z resmi diluncurkan di GIIAS 2026.

Percepatan yang dilakukan Nissan tidak lepas dari perubahan mendasar dalam proses pengembangan produk. Jika sebelumnya perusahaan berupaya menyempurnakan semua aspek kendaraan, kini Nissan lebih fokus pada keunggulan utama setiap model.

Selain itu, pendekatan desain juga diubah. Nissan tidak lagi membuat banyak alternatif desain untuk kemudian diseleksi secara bertahap. Sebaliknya, pengembangan kini dilakukan berbasis keluarga produk dengan karakteristik yang sudah ditentukan sejak awal, sehingga proses menjadi lebih efisien.

Baca Juga: Nissan Fairlady Z Resmi Melantai di GIIAS 2026, Gebrakan Baru di Segmen Premium

Andalkan Teknologi dan AI

Dalam transformasi ini, Nissan juga meningkatkan pemanfaatan teknologi digital. Pengujian kendaraan kini lebih banyak dilakukan melalui simulasi berbasis kecerdasan buatan (AI), digital twin, dan realitas virtual.

Metode ini memungkinkan Nissan mengurangi ketergantungan pada prototipe fisik, sekaligus mempercepat proses validasi. Bahkan, sistem pengemudian otomatis digunakan untuk melakukan pengujian kendaraan secara terus-menerus, termasuk sepanjang malam.

Perubahan lain yang dilakukan Nissan adalah penyederhanaan struktur organisasi proyek. Kini, peran kepemimpinan dipusatkan pada direktur program, sementara kepala insinyur bertugas memastikan kendaraan memenuhi target yang ditetapkan. Langkah ini diambil untuk menghindari perbedaan pendapat yang sebelumnya kerap memperlambat proses.

Nissan Fairlady Z dibanderol lebih dari Rp1 miliar di Indonesia.

Masih Tertinggal dari Tiongkok

Meski sudah mengalami peningkatan signifikan, Nissan mengakui belum mampu menyamai kecepatan pabrikan otomotif asal Tiongkok.

Saat ini, produsen Tiongkok mampu mengembangkan model baru hanya dalam waktu 18 hingga 24 bulan. Sementara itu, Nissan mencatat pencapaian tercepatnya dengan menghadirkan model baru, termasuk generasi terbaru Skyline, dalam waktu 26 bulan.

Baca Juga: Nostalgia 1990-an, Kedigdayaan HKS Drag Nissan Skyline GT-R

Menurut Yamaguchi, perbedaan tersebut juga dipengaruhi oleh budaya kerja. Di Tiongkok, proses pengembangan dapat berjalan hampir 24 jam tanpa henti, sementara di Jepang pendekatan tersebut sulit diterapkan.

Meski demikian, langkah percepatan yang dilakukan Nissan dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin ketat.

Baca Artikel Asli