Nissan Stagea 260RS Autech Wagon Tampang Kalem Pembantai Supercar
Foto: Nissan Global/ Autech
KabarOto.com - Ada masa di era 1990-an, ada beberapa mobil JDM (Japanese Domestic Market) yang dianggap sakral dan hanya memiliki satu tugas, yakni melaju kencang. Uniknya, sosok itu terlahir dalam bentuk wagon dan dalam jumlah terbatas.
Nissan Stagea 260RS Autech pada dasarnya adalah jantung pacu keluarga Nissan GT-R yang disematkan pada mobil keluarga, dengan performa yang cukup kuat untuk membuat supercar merasa cemas.
Nissan Stagea hadir tanpa kesan pamer. Diproduksi dari tahun 1996 hingga 2007, Stagea standar adalah rival bagi Subaru Legacy, yang menawarkan ruang kabin luas, kenyamanan berkendara, dan keandalan khas Jepang sebagai standar. Namun, BMW sempat memanjakan segelintir pelanggan beruntung dengan BMW M5 Touring antara tahun 1992 dan 1995 lewat wagon seri M pertama dalam sejarah, yang secara tentatif membuktikan bahwa mobil pengangkut beban berperforma tinggi bisa disukai.
Baca Juga: 'Kecerdikan' Skandal Toyota, Manfaatkan Celah Restrictor Plate di Mobil Balap Celica GT-Four

Masuklah Autech, divisi performa tinggi milik Nissan yang setara dengan divisi M milik BMW. Para insinyur memutuskan untuk tidak menggunakan mesin enam silinder segaris standar Stagea yang tersedia dari kapasitas 2.000 cc NA hingga 2.500 cc turbo, dengan penggerak roda belakang atau empat roda. Keputusan justru diambil untuk mencangkokkan banyak komponen dari sang perkasa R33 Skyline GT-R, menciptakan Stagea 260RS Autech Version, atau singkatnya 260RS.
Bodinya mengadopsi gaya wagon aliran lama, serupa dengan gaya Volvo atau Mercedes-Benz berukuran besar. Bentuk standarnya yang kalem disulap dengan body kit yang menampilkan spoiler depan, side skirt, serta sayap belakang, lengkap dengan pelek alloy 17 inci dan sistem pengereman Brembo.
Mesin ikonik RB26DETT dari R33 GT-R dibenamkan ke dalam ruang mesin Stagea. Sesuai dengan "kesepakatan pria" (gentlemen's agreement) Jepang yang membatasi tenaga mobil di negara tersebut, wagon ini tercatat memiliki tenaga 276 dk. Namun, layaknya angka tenaga kuda mobil muscle Amerika yang sering kali sengaja direndahkan, tenaga asli Stagea diyakini jauh lebih tinggi, kemungkinan mencapai lebih dari 300 dk. Torsi Stagea 260RS sendiri tercatat sebesar 367 Nm.
Baca Juga: Toyota Celica GT-Four, Senjata Rally Legendaris yang Kontroversial

Beruntung, seseorang di Autech memiliki pemikiran logis untuk memasangkan transmisi manual lima percepatan, dengan tenaga yang disalurkan melalui sistem penggerak AWD. Limited-slip differential (LSD) dipinjam dari GT-R, dan Autech juga menyematkan sistem kemudi empat roda Super-HICAS milik mobil sport dua pintu tersebut. Autech juga menyetel ulang suspensi dan menambahkan stabilizer bar belakang untuk meningkatkan pengendalian di jalan raya.
Stagea itu mampu mencapai 96 kpj dalam waktu 5,7 detik dan mampu melahap lintasan Nürburgring dengan kecepatan yang mencengangkan, terutama mengingat ukuran dan asal-usulnya sebagai mobil harian. Sama seperti GT-R, Stagea juga sangat mudah dimodifikasi untuk mengeluarkan potensi yang lebih besar lagi. Sebagai konteks, Acura NSX generasi pertama yang revolusioner mampu mencapai 96 kpj dalam 5,2 detik, hanya sedikit lebih cepat daripada Stagea yang berukuran bongsor ini.
Dengan status mobil yang sangat langka, sulit untuk menentukan angka pasti untuk harga bekas Stagea 260RS. Para ahli di Hagerty menyebutkan bahwa impor Stagea 260RS cenderung berada di kisaran $30.000 hingga $50.000 (sekitar Rp470 juta hingga Rp780 juta). Seperti banyak model khusus Jepang lainnya, harga tidak hanya bergantung pada kondisi dan jarak tempuh, tetapi juga pada modifikasi langka dan berkualitas yang mungkin telah dilakukan.
Tags:
#Nissan Global #Nissan Stagea #Nissan GT-R #GT-R