KabarOto.com - Menjaga daya tahan baterai motor listrik agar tetap prima hingga lebih dari 5 tahun bukan lagi sekadar impian. Menurut Budi Santoso selaku Senior Technician dan pakar kendaraan listrik dari EV Care Center, kunci utama dari umur panjang baterai lithium-ion terletak pada kebiasaan pengisian daya yang benar.
Baca Juga: Swap Baterai vs Charging Mandiri, Intip Pro Kontranya
Mitos yang Salah
Banyak pengguna yang keliru dengan membiarkan baterai benar-benar habis hingga 0% atau mengisinya penuh hingga 100% dalam waktu lama, mungkin mitos yang disebarkan secara turun temurun. Idealnya, baterai motor listrik dijaga di area berkendara yang aman, yaitu antara 20% hingga 80%.
ujar Budi sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan bahwa siklus pengisian daya penuh dari 0% ke 100% secara terus-menerus memberikan tekanan termal dan kimiawi yang besar pada sel baterai. Dengan menerapkan metode shallow charging (mencicil cas sebelum baterai drop), degradasi baterai dapat ditekan secara signifikan, sehingga masa pakainya bisa melampaui estimasi standar pabrikan.
Baca Juga: Kehabisan Daya Baterai Motor Listrik Modern Kini Hanya Mitos
Faktor Lingkungan Berpengaruh
Selain pola pengisian daya, faktor lingkungan dan suhu juga memegang peran krusial. Budi menambahkan bahwa musuh terbesar baterai lithium adalah panas berlebih (overheating).
Pengguna sangat disarankan untuk menghindari kebiasaan langsung mengisi daya sesaat setelah motor digunakan dalam perjalanan jauh. Kondisi baterai yang masih panas jika langsung dialiri arus listrik akan mempercepat penuaan sel di dalamnya.
Beri jeda sekitar 15 hingga 30 menit setelah motor mati agar suhu baterai turun ke suhu ruangan sebelum dicolok ke pengisi daya. Selain itu, sebisa mungkin parkirkan motor di tempat yang teduh dan hindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama,
pungkas Budi.
Dengan kombinasi manajemen suhu yang baik dan disiplin pengisian daya, investasi baterai motor listrik dijamin akan tetap awet dan bertenaga bahkan setelah melewati tahun ke-5.

