OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

China Pertimbangkan Pajak Mobil Listrik Berdasarkan Jarak dan Bobot

Berry - Rabu, 22 Juli 2026
OtoNews News Mobil

KabarOto.com - Pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik di China memunculkan persoalan baru. Di balik keberhasilan negeri Tirai Bambu menjadi pasar mobil listrik terbesar di dunia, pemerintahnya kini menghadapi tantangan serius terkait pendanaan pembangunan dan perawatan infrastruktur jalan.

Selama bertahun-tahun, biaya perawatan jalan di sana sebagian besar ditopang oleh pajak bahan bakar, yang dibayarkan pengguna kendaraan bermesin bensin dan diesel. Namun, semakin banyak masyarakat yang beralih ke mobil listrik membuat pemasukan dari sektor tersebut terus menurun.

Baca Juga : Chery Tiggo 9 CSH dengan Membuktikan Fitur V2L Untuk Kendaraan SUV 7 Penumpang

Di saat bersamaan, jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya justru semakin meningkat. Terutama pengguna mobil listrik yang semakin digemari masyarakat setempat.

Masalah tersebut semakin rumit karena banyak mobil listrik modern memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan mobil konvensional. Paket baterai ukuran besar membuat tekanan terhadap permukaan jalan meningkat, alhasil biaya pemeliharaan infrastruktur ikut membengkak.

Beberapa kalangan di industri otomotif dan pemerintahan mulai mengusulkan perubahan sistem perpajakan. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penerapan pajak jalan berbasis jarak tempuh dan berat kendaraan.

Ini dimaksudkan agar pengguna mobil listrik juga ikut berkontribusi terhadap biaya perawatan infrastruktur. Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association (CPCA) yakni Cui Dongshu, bahkan mendorong uji coba sistem baru tersebut di wilayah dengan tingkat adopsi kendaraan listrik yang tinggi.

Baca Juga : Dokumen Paten Terbaru Mazda Bocor, Siapkan Sportscar Atap Terbuka dengan Pintu Butterfly

Urgensi perubahan kebijakan ini semakin besar setelah pemerintah setempat menargetkan kendaraan listrik dan plug-in hybrid menyumbang 30 persen dari total populasi kendaraan di negara tersebut pada 2030. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan porsi 12 persen pada akhir 2025.

Perubahan sistem pendanaan jalan diyakini menjadi langkah yang tak terhindarkan. Jika tidak segera diantisipasi, revolusi kendaraan listrik yang selama ini dibanggakan China justru berpotensi menciptakan lubang besar dalam anggaran infrastruktur negara tersebut.

Baca Artikel Asli