OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Dakar Rally 2017: Toyota is ready for the challenge!

MG 3 - Kamis, 22 Desember 2016
Oto News Sport

Pelaksanaan ajang balapan Dakar Rally 2017 tinggal tersisa beberapa hari lagi, Toyota GAZOO Racing South Africa (TGRSA) dan Team Land Cruiser (TLC) masing-masing juga telah bersiap menyambut ajang balapan Bergengsi ini.

Dakar Rally 2017 akan dilaksanakan pada 2 Januari 2017 di Asunción, 491 peserta telah terdaftar dan telah siap untuk memulai persaingan. Para pembalap akan berkompetisi menggunakan berbagai macam jenis kendaraan seperti truk, mobil, quads, roda dua, dan UTV (light-weight 4WD), dan a new stand-alone category.

Medan jalan yang akan dilalui meliputi pegunungan dengan ketinggian yang ekstrem, perbukitan yang ekstrem, jalan bebatuan, jalan berlubang, jalan berdebu, dan jalan berlumpur. Suhu yang akan dilewati selama perjalanan lengkap mulai dari suhu terik panas hingga suhu dingin mendekati titik beku. Kompetisi kali ini benar-benar menuntut stamina yang kuat dari para peserta dan kemahiran dari para ahli navigasi. Untuk mencapai garis akhir di Ibu Kota Negara Argentina, Buenos Aires, tingkat presisi dari masing-masing team perlu dilakukan hingga batas maksimal dalam menjalani kompetisi dengan 12 seri ini.

Toyota GAZOO Racing South Africa (TGRSA) juga melakukan pembaharuan terhadap model Hilux versi penggerak empat roda. Sebuah kendaraan yang berdaya tahan terbaik, berspesifikasi lengkap, dan yang paling cocok untuk digunakan untuk Dakar Rally. Versi terbaru dari Hilux nantinya akan memiliki pembatas udara yang lebih besar, dan berat rangka dan bodi yang lebih ringan secara keseluruhan.

TGRSA akan mengikuti Dakar Rally di tahun 2017 dengan mengirim dua team. Team pertama akan dibela oleh pembalap asal Qatar, Nasser Al-Attiyah dan ahli navigasi asal Perancis, Matthieu Baumel di kendaraan nomor #301. Team kedua akan dibela oleh pembalap asal Afrika Selatan, Giniel de Villiers dan ahli navigasi asal Jerman, Dirk von Zitzewitz dengan kendaraan nomor #302. De Villiers dan Von Zitzewitz telah bergabung dengan team Toyota dan mengikuti ajang balap reli ini bersama-sama sejak tahun 2012. Sedangkan Al-Attiyah baru akan memulai debut perdana dengan Toyota di tahun 2017.

Team Land Cruiser (TLC) Toyota Auto Body akan menggunakan Toyota Land Cruiser seri 200 dan akan berkompetisi di kategori “production car”. Mobil yang dipakai pada tahun ini telah dimodifikasi di bagian suspensi depan dan suspensi belakang ditambah dengan mesin biodiesel V8 1VD-FTV. Team Land Cruiser Toyota Auto Body juga akan mengirim dua team pajang Dakar Rally di tahun 2017.

Team pertama akan dibela oleh pembalap asal Perancis, Christian Lavielle dan ahli navigasi asal Perancis, Jean-Pierre Garcin di kendaraan nomor #327. Team kedua akan dibela oleh pembalap asal Jepang, Akira Miura dan ahli navigasi asal Perancis, Laurent Lichtleuchter dengan kendaraan nomor #332.

Paraguay merupakan negara ke 29 di dunia, dan ke lima di benua Amerika Selatan yang akan dikunjungi oleh ajang balap Dakar Rally. Setelah menyelesaikan seri pertama yang sudah dipilih, para pembalap akan melewati perbatasan negara ke Argentina, menuju langsung ke Resistencia untuk seri kedua.

Kenaikan temperatur dan ketinggian akan dapat dirasakan secara bersamaan dengan bergantinya pemandangan yang cukup drastis. Setelah itu pembalap perlu menerapkan teknik, kewaspadaan, dan kejelian untuk dapat melalui jalur menanjak yang cukup ekstrem di Bolivian Altiplano. Bernavigasi selama 6 hari berturut-turut di medan yang mempunyai ketinggian lebih dari 3.500 meter di atas permukaan laun akan memaksa para pembalap dan para ahli navigasi mengeluarkan seluruh kemampuan mereka.

Berbagai rintangan harus dilalui hingga para pembalap dapat mencapai dataran tinggi La Paz, sebuah Ibu Kota tertinggi di dunia. La Paz akan sangat menuntut kebugaran dari para pembalap. Mereka dapat mengalami tingkat kelelahan yang cukup tinggi. Di sana mereka akan beristirahat selama satu hari penuh. Setelah itu reli akan berlanjut ke seri maraton dengan melewati medan jalan yang berpasir dan gundukan pasir dalam perjalanan menuju Uyuni dan Salta.

Pada seri ke-9 para pembalap akan menempuh jarak 1.000 kilometer dalam satu hari. Ini akan menjadi tes yang cukup sulit untuk para ahli navigasi. Setelah melewati jalur yang sangat panjang ini, para pembalap akan mendapat kesempatan untuk mengarungi pengalaman yang tidak ada duanya di bukit berpasir San Juan. Seluruh pembalap yang dapat melewati garis akhir akan menjadi pemenang.


Baca Juga:

Baca Artikel Asli