KabarOto.com - PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS) bagian dari MAS Group secara resmi meluncurkan merek kendaraan niaga listrik global Forland di Indonesia.
Disrupsi & Peluang Komersial Listrik: Di saat adopsi EV penumpang mencapai 20%, penetrasi kendaraan niaga listrik (Commercial EV) masih di bawah 1%.
Hal ini membuka peluang pertumbuhan masif di tengah pasar logistik nasional Rp5.800 triliun (tumbuh 10–12%/tahun) dan logistik e-commerce yang diproyeksikan menembus USD 5,7 miliar pada 2026.
Baca Juga: Tambah Diler di Makassar, BAIC Maros Ajak Konsumen Test Drive
Kapasitas Forland Motors
Forland miliki kapasitas produksi 7 juta unit di 50+ negara — menghadirkan platform 100% listrik ET5 (Pick Up, Box, Box Aluminium, Cold Chain, Angkot), EL5e (Dump Truck, Arm Roll), serta Blind Van U7 dan U9.
Purnajual Terjamin & Ekosistem Terintegrasi
Mengandalkan jaringan MAS Group berpengalaman 25+ tahun, TUS menjamin layanan purnajual dan suku cadang. Dipadukan dengan kemitraan StarCharge (infrastruktur charging), CRRC (penyimpanan energi BESS), dan solusi solar energy.
Baca Juga: Profil Foton eTunland, dibanderol Rp780 Juta di Indonesia
Lanskap Pasar dan Peluang Strategis
Pertumbuhan ekspansif sektor logistik dan perdagangan digital Indonesia membutuhkan keandalan armada distribusi last-mile yang efisien. Meski adopsi mobil listrik penumpang telah menembus 20%, sektor armada komersial belum banyak tersentuh oleh solusi berbasis listrik. Hal ini membuka kesempatan strategis bagi PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS) untuk mengambil langkah pionir dalam membangun pasar sejak dini.
Jika kendaraan listrik penumpang sudah mencapai 20 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen. Ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal,
ujar Jin Hong Lin (Darwin), Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera (APM FORLAND Indonesia).
FORLAND hadir mengusung semangat 'THE UNSEEN GIANT' menghadirkan kapabilitas global yang kini siap melayani dan mendukung pertumbuhan dunia usaha di Indonesia.”]
Kami menerapkan pendekatan berbasis kesesuaian operasional (application-driven approach) untuk memastikan setiap kendaraan menjawab tantangan muatan dan rute usaha secara presisi,
pungkas Jin Hong Lin.
Lini kendaraan 100% listrik yang diperkenalkan mencakup:
- Platform ET5: Varian Pick Up, Box, Box Aluminium, Cold Chain Solutions (rantai dingin), hingga Angkutan Kota.
- Platform EL5e: Aplikasi kerja menengah dan konstruksi perkotaan seperti Electric Dump Truck dan Arm Roll Truck.
- Kategori Van: Blind Van U7 dan U9 untuk efisiensi logistik perkotaan dan pengiriman barang harian.

