KabarOto.com – Guangzhou Automobile Group atau GAC, berencana mengakuisisi 50% saham FAW Toyota, yang saat ini dimiliki China FAW Group. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi operasional dua perusahaan patungan Toyota di China, sekaligus meningkatkan efisiensi di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat.
Dalam rencana restrukturisasi yang diumumkan pada 28 September 2026, GAC akan membayar akuisisi tersebut melalui penerbitan saham baru dengan harga awal 5,75 yuan atau sekitar US$ 0,85 per saham.
Nilai transaksi dan jumlah saham yang diterbitkan masih menunggu penyelesaian audit serta penilaian aset. Dengan demikian, kesepakatan ini belum sepenuhnya rampung dan masih memerlukan persetujuan dari sejumlah pihak terkait.
Baca Juga : Motor Bebek Paling Irit Oktober 2026, Konsumsi BBM Tembus 62 Kpl
Menjadi Perusahaan Patungan
Jika transaksi selesai, FAW Toyota akan menjadi perusahaan patungan antara GAC dan Toyota Motor. Sementara FAW diperkirakan menjadi pemegang saham terbesar kedua GAC. Kendali akhir GAC tetap berada di bawah otoritas aset milik pemerintah Kota Guangzhou.
Melalui kepemilikan tersebut, GAC ingin menyelaraskan kegiatan riset dan pengembangan, rantai pasok, fasilitas produksi, serta strategi pemasaran antara FAW Toyota dan GAC Toyota.

Koordinasi ini diharapkan dapat mengurangi investasi yang tumpang tindih, menekan biaya pengembangan teknologi, dan meningkatkan efisiensi operasional kedua perusahaan.
Fasilitas Produksi di China
FAW Toyota memiliki fasilitas produksi kendaraan dan mesin di Tianjin, Changchun, serta Chengdu. Produk yang dipasarkannya mencakup mobil bermesin bensin, hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai.
Menurut data yang dikutip dalam rencana restrukturisasi, gabungan penjualan FAW Toyota dan GAC Toyota, menyumbang 17,03% dari total penjualan mobil penumpang merek joint venture di China sepanjang 2025.
Baca Juga : BYD Seal 07 Generasi Terbaru Dibanderol Rp380 Jutaan, Punya Pilihan Mesin PHEV
Langkah ini juga berpotensi membantu memperbaiki kinerja keuangan GAC. Perusahaan tersebut mencatat kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham pada 2025, antara lain akibat persaingan harga, penurunan kontribusi keuntungan perusahaan patungan, serta investasi untuk transformasi bisnis.
Meski demikian, akuisisi ini masih harus melewati sejumlah tahapan, termasuk persetujuan pemegang saham, peninjauan Bursa Efek Shanghai, serta proses registrasi regulator sekuritas China.
Rencana tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah China untuk mempercepat konsolidasi industri otomotif, termasuk melalui merger, akuisisi, dan integrasi lintas wilayah guna meningkatkan daya saing produsen kendaraan.