OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Hadapi Kerugian Perdana, Bos Honda Sebut Kesepakatan dengan Nissan Makin Dekat

Dian Tami Kosasih - Rabu, 01 Juli 2026
Oto News

KabarOto.com - Raksasa otomotif Jepang, Honda, dikabarkan sedang bergerak cepat untuk merampungkan kesepakatan kemitraan dengan Nissan. Langkah ini diambil setelah pabrikan berlambang hurf H tersebut mencatatkan kerugian bersih tahunan pertamanya dalam sejarah perusahaan.

Berbicara dalam rapat umum pemegang saham tahunan pekan lalu, Presiden dan CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengungkapkan bahwa proses diskusi dengan Nissan sudah berjalan. Bahkan, beberapa poin kesepakatan disebut tinggal selangkah lagi menuju pengumuman resmi.

Baca Juga: Honda Akan Berhenti Menjual Odyssey di Jepang Tahun Depan

Pernyataan ini dinilai sebagai upaya menenangkan kekhawatiran pemegang saham setelah Honda melaporkan kerugian bersih sebesar 423,9 miliar yen atau sekitar Rp 43,1 triliun untuk tahun fiskal, Maret lalu. Mibe menegaskan bahwa Honda tidak boleh menunda aliansi ini, karena harus menghadapi gempuran di industri otomotif global.

"Jika kami tidak bisa mengalahkan kekuatan-kekuatan baru ini dalam waktu tiga tahun, bisnis kendaraan roda empat kami akan berada dalam masalah besar," ujar Mibe.

Honda, Nissan dan Mitsubishi Berbagi Komponen

Kemitraan strategis ini nantinya tidak hanya melibatkan Honda dan Nissan, melainkan juga Mitsubishi. Ketiga pabrikan ini akan saling berbagi komponen, yang akan diawali dengan pengembangan Electronic Control Unit (ECU) bersama sebagai 'otak' elektronik kendaraan.

Baca Juga: Rangka New Honda Vario Evo 160 Terjamin Aman, Garansi 5 Tahun Jadi Bukti Keseriusan

ECU bersama ini dijadwalkan mulai masuk ke pasar sekitar tahun 2029 atau 2030, dan akan diaplikasikan pada jajaran lini produk hibrida (hybrid) maupun kendaraan listrik (EV) dari ketiga merek tersebut. Dengan menyatukan sistem kontrol utama ini, kolaborasi pengembangan komponen lainnya di masa depan diyakini akan menjadi jauh lebih mudah.

Meski kesepakatan dikabarkan bakal ditandatangani dalam hitungan minggu, aliansi ini berpotensi menghadapi sedikit ganjalan dari Renault. Pabrikan asal Prancis tersebut masih memegang 15 persen hak suara Nissan dan memiliki pengaruh cukup besar dalam keputusan strategis korporasi pabrikan di lantai bursa.

Baca Artikel Asli