KabarOto.com - Tim Scuderia Ferrari HP bersiap menghadapi akhir pekan yang penuh tuntutan taktis pada seri Grand Prix Kanada 2026 di Sirkuit Gilles Villeneuve, 22-24 Mei.
Balapan di Montreal selalu menyajikan tantangan tersendiri bagi tim asal Maranello tersebut, tidak hanya karena karakteristik sirkuit yang menuntut performa pengereman dan traksi tinggi, tetapi juga karena adaptasi terhadap regulasi teknis F1 2026 yang kian kompleks.
Dengan penerapan format Sprint, tim berlogo kuda jingkrak ini dituntut untuk langsung tampil agresif dan minim kesalahan sejak sesi latihan pertama dimulai.
Baca Juga: Jelang F1 Kanada 2026: Mercedes Bawa Paket Upgrade ke Montreal
Atmosfer Montreal Selalu Luar Biasa
Team Principal Scuderia Ferrari, Fred Vasseur, menekankan bahwa atmosfer Montreal selalu luar biasa berkat basis massa pendukung tifosi yang sangat besar.
Jalannya pekan balap kali ini tidak akan mudah akibat kombinasi cuaca dingin dan padatnya jadwal format Sprint.
Hal senada diungkapkan oleh Carlos Galbally, pakar Tyre Performance Ferrari, yang menyebut bahwa sirkuit ini merupakan salah satu trek paling kejam bagi sistem pengereman di sepanjang kalender kejuaraan musim ini.
Tantangan pengereman tersebut kian rumit menyusul implementasi regulasi mesin baru F1 2026,
tegas Galbally.
Dijelaskan oleh Galbally bahwa peningkatan kapasitas pemanenan energi (energy harvesting) musim ini secara signifikan memangkas beban kerja rem belakang. Akibatnya, manajemen pendinginan rem (brake cooling) menjadi faktor penentu yang sangat krusial bagi Ferrari.
Ketidaktepatan dalam mengatur regulasi suhu berisiko memicu ketidakseimbangan temperatur (brake temperature imbalances) yang berpotensi merusak performa mobil saat bermanuver masuk ke tikungan.
Ketahanan Ban Pirelli
Selain masalah mekanis pengereman, faktor meteorologi diprediksi akan menguji ketahanan ban Pirelli. Suhu ambien yang diperkirakan cukup rendah di Montreal akhir pekan ini akan mempersulit para pembalap untuk membawa ban masuk ke dalam jendela suhu kerja optimal (operating window), terutama saat sesi kualifikasi.
Karakteristik trek yang didominasi tikungan kecepatan rendah, berpadu dengan permukaan aspal baru yang lebih halus, juga memperbesar risiko terjadinya fenomena graining atau pengikisan permukaan ban, khususnya pada pasokan kompon lunak.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Menjelang Akhir Pekan di F1 Kanada
Kondisi sirkuit yang dinamis ini harus dihadapi Ferrari dengan keterbatasan waktu akibat format Sprint, yang hanya menyediakan satu sesi latihan bebas sebelum kualifikasi.
Galbally memaparkan bahwa waktu yang sempit membuat tim mustahil memperbaiki kesalahan korelasi data yang masif di lintasan, sehingga ruang yang tersisa hanyalah untuk penyesuaian minor.
Oleh karena itu, kesiapan baseline setup yang kokoh sejak mobil keluar dari garasi menjadi kunci utama agar pembalap tidak perlu melakukan perubahan setelan ekstrem di tengah sesi krusial.
Nilai Historis Sirkuit Gilles Villeneuve
Sirkuit Gilles Villeneuve sendiri memegang nilai historis tinggi sebagai satu dari tiga lintasan F1 modern yang dinamai untuk menghormati pembalap legendaris yang telah tiada, bersanding dengan Autódromo José Carlos Pace di Brasil dan Autódromo Hermanos Rodríguez di Meksiko.
Menghadapi balapan di sirkuit sarat sejarah ini, Fred Vasseur menegaskan bahwa fokus utama Ferrari adalah pada eksekusi strategi yang presisi. Memanfaatkan setiap celah dari simulasi pabrik dan data hari Jumat akan menjadi penentu apakah tim mampu mengamankan podium di tengah ketidakpastian cuaca Kanada.