KabarOto.com - PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK kembali menegaskan komitmen jangka panjangnya di panggung otomotif tanah air.
Meski sempat menghadapi dinamika pasar dan respons negatif terhadap beberapa lini SUV terdahulunya, pabrikan asal Tiongkok ini tidak surut langkah.
Sebaliknya, DFSK kini bersiap mengambil momentum baru melalui penetrasi kendaraan ramah lingkungan yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Lamborghini Urus SE Menggunakan Paket dari ABT Sportsline
Kehadiran DFSK E5 Plus
Keseriusan tersebut dibuktikan dengan rencana peluncuran amunisi terbaru mereka, DFSK E5 Plus, sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) berkapasitas tujuh penumpang yang mengusung teknologi modern Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Kehadiran model pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) ini diproyeksikan menjadi pendorong utama untuk memulihkan sekaligus meningkatkan kembali respons positif serta kepercayaan masyarakat terhadap portofolio kendaraan komersial maupun penumpang lansiran DFSK.
Langkah taktis ini disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) PT Sokonindo Automobile, Mr. Franz Wang. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pilar dan strategi pasar yang sangat penting di level regional bagi DFSK.
Investasi masif yang telah ditanamkan sejak awal di tanah air dipastikan akan terus berjalan demi mendukung ekosistem industri otomotif nasional yang berkelanjutan.
“Kali ini kami ingin mengabarkan komitmen kami dengan menghadirkan produk baru kepada masyarakat Indonesia. Sebab bagi kami, Indonesia masih menjadi dan strategi pasar penting regional untuk DFSK. Fasilitas kami yang juga menjadi investasi di tanah air akan tetap berlanjut. Hal inilah yang membuat kami sangat memerhatikan perkembangannya di Indonesia,” ujar Mr. Franz Wang memenuhi pertanyaan jurnalis Kabaroto.
Pabrik Canggih di Cikande
Lebih lanjut, Franz Wang menambahkan bahwa strategi manufaktur DFSK terbilang unik karena mengutamakan fondasi produksi sebelum melangkah ke aspek komersial yang agresif. Sejak awal menapakkan kaki di Indonesia pada 2018, perusahaan mendirikan fasilitas perakitan modern di Cikande, Banten, yang kini menjadi basis lokalisasi DFSK E5 Plus.
Kehadiran pabrik canggih ini menjadi bukti konkret bahwa mereka tidak sekadar berjualan, melainkan ikut membangun basis industri yang kokoh.
“Seperti diungkapkan Bapak Alex (Alexander Barus, Direktur Utama PT Sokonindo Automobile) bahwa kehadiran kami sangat unik dan berbeda. Sebelum kami menjual unit ke Indonesia, kami sudah lebih dahulu membuat fasilitas pabriknya. Kami masih belum jualan tapi pabrik sudah berdiri. Dan, hingga sekarang kami melakukan penyempurnaan,” kata Franz Wang menjelaskan keunikan operasional perusahaan.
Baca Juga: Leapmotor Tebar 3 Model Baru, C10, C11, C16 Harga Mulai Rp330 Jutaan
Penyempurnaan di fasilitas perakitan Cikande kini difokuskan pada implementasi teknologi digital mutakhir untuk menjaga konsistensi kualitas produk.
Pabrik tersebut kini telah mengadopsi integrasi internet yang memungkinkan sistem kontrol otomatis saat kendaraan memasuki tahap akhir perakitan.
Sistem kendali mutu berbasis komputerisasi ini memastikan setiap unit yang keluar dari lini produksi telah memenuhi standar global yang ketat.
“Perkembangan di pabrik DFSK adalah penggunaan fasilitas internet untuk memungkinkan penggunaan kontrol EOL (End of Line). Kendaraan akan dilakukan pemeriksaan secara otomatis untuk memastikan sesuai dengan standar produksinya. Ini yang kami sebut industri 4.0, teknologi terbaru akan terus diinvestasikan untuk mengembangkan DFSK di Indonesia,” pungkas Franz Wang optimis.