Lebih Detail Williams FW48 Sesuai Regulasi F1 2026

Kusnadi Chahyono Rabu, 04 Februari 2026

KabarOto.com - Memasuki musim balap F1 2026, Williams Racing memperkenalkan FW48 dengan perubahan radikal yang menandai berakhirnya era mobil F1 berdimensi besar.

Berdasarkan regulasi teknis terbaru FIA, Williams FW48 kini mengusung konsep "Nimble Car" atau mobil lincah yang secara fisik lebih kecil dibandingkan model tahun 2025.

Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas balapan jarak dekat dan memberikan tantangan baru bagi duet pembalap Alex Albon dan Carlos Sainz dalam mengendalikan jet darat di lintasan yang lebih sempit.

Baca Juga: Atlassian Williams F1 Team Ungkap Tampilan FW48

Perbedaan paling mencolok terlihat pada dimensi eksternal kendaraan, di mana FW48 kini lebih ramping dan pendek. Lebar mobil telah dikurangi dari 2.000 mm menjadi 1.900 mm, sementara jarak sumbu roda (wheelbase) dipangkas sebesar 200 mm menjadi 3.400 mm.

Transformasi ini tidak hanya membuat mobil terlihat lebih proporsional, tetapi juga secara signifikan mengurangi bobot minimal kendaraan hingga 30 kg menjadi 768 kg.

Pengurangan beban ini menjadi kunci utama bagi teknisi di Grove untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa ban sepanjang balapan.

Sektor aerodinamika FW48 membawa terobosan dengan diperkenalkannya sistem Active Aerodynamics. Berbeda dengan sistem statis pada versi 2025, FW48 dilengkapi dengan sayap depan dan belakang yang dapat menyesuaikan sudut secara dinamis (M-Mode) di lintasan lurus untuk meminimalkan hambatan udara (drag).

Teknologi tersebut dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan akan gaya tekan bawah (downforce) yang tinggi saat di tikungan namun tetap kompetitif dalam mencapai kecepatan puncak, memberikan kontrol lebih besar bagi pembalap untuk melakukan manuver menyalip.

Di balik bodi karbonnya yang lebih sempit, FW48 menyematkan unit daya (power unit) generasi terbaru yang kini menghilangkan komponen MGU-H. Sebagai gantinya, sistem hybrid pada mobil 2026 mengandalkan pembagian daya 50/50 antara mesin pembakaran dalam (ICE) dan motor listrik (MGU-K) yang kini menghasilkan tenaga listrik tiga kali lipat lebih besar.

Tantangan besar bagi tim teknis Williams adalah bagaimana mengemas baterai dan sistem pendingin yang lebih besar ke dalam ruang mesin yang kini lebih terbatas akibat dimensi sasis yang mengecil.

Baca Juga: Istilah dalam Balap Formula 1, Penggemar Baru Wajib Masuk

Sektor kaki-kaki juga mengalami revisi besar dengan penggunaan ban Pirelli yang lebih ramping. Meskipun tetap menggunakan pelek 18 inci, lebar ban depan dikurangi sebanyak 25 mm dan ban belakang sebanyak 30 mm.

Perubahan profil ban ini memaksa tim untuk merancang ulang sistem suspensi agar tetap mampu memberikan traksi maksimal. Pengurangan lebar ban ini diperkirakan akan menurunkan grip mekanis secara keseluruhan, namun akan dikompensasi oleh bobot mobil yang lebih ringan dan aerodinamika yang lebih efisien.

Secara keseluruhan, Williams FW48 versi 2026 adalah antitesis dari model 2025 yang cenderung berat dan lebar. Dengan target kembali ke papan atas, Williams berharap paket teknis yang lebih kompak dan teknologi hybrid yang lebih bertenaga ini mampu memberikan keunggulan kompetitif sejak seri pembuka.

Era baru ini bukan hanya sekadar penggantian komponen, melainkan sebuah perubahan filosofi balap yang menuntut presisi teknis lebih tinggi demi meraih kembali kejayaan tim di puncak kompetisi motor sport dunia.

Bagikan

Baca Original Artikel