OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Melangkah ke Standar Keselamatan Global di BPLJSKB

Kusnadi Chahyono - Minggu, 27 September 2026
OtoNews News

KabarOto.com - Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam menjamin keselamatan transportasi darat di Indonesia.

Institusi di bawah naungan Kementerian Perhubungan ini telah menjadi pilar utama pengujian kendaraan bermotor di tanah air sejak berdiri pada tahun 1988.

Hal tersebut menjadi informasi penting saat kunjungan spesial dari rombongan jurnalis otomotif serta utusan perwakilan Automechanika ke BPLJSKB, sebagai rangkaian dari Automechanika Jakarta yang mengadakan debutnya pada 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2.

Baca Juga: Ford Transit City Listrik, Solusi Usaha Urban

Transformasi masif BPLJSKB

Seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan teknologi otomotif global, BPLJSKB tidak hanya bertahan pada fungsi utamanya, tetapi juga melakukan transformasi masif.

"Dalam beberapa tahun terakhir, balai ini telah mengupgrade berbagai fasilitas pengujian agar selaras dengan standar keselamatan internasional, termasuk regulasi United Nations Economic Commission for Europe (UN ECE)," ujar Aris Munandar, Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB kepada KabarOto, Jumat (25/9).

Peningkatan standar ini menjadi langkah krusial untuk memastikan setiap kendaraan yang diproduksi maupun diimpor ke Indonesia memiliki tingkat keselamatan tinggi. Fasilitas pengujian yang komprehensif disiapkan mulai dari uji emisi, kebisingan, pengereman, hingga simulasi benturan benturan fisik langsung (crash test) yang sesuai dengan standar keamanan global.

Salah satu fokus utama dalam modernisasi BPLJSKB adalah kesiapan fasilitas uji tabrak (crash test facility). Pengujian ini dirancang untuk mengukur sejauh mana struktur kabin kendaraan mampu melindungi pengemudi dan penumpang saat terjadi benturan keras dari arah depan, samping, maupun belakang.

Tak kalah penting, BPLJSKB juga meningkatkan pengujian pada sistem keselamatan pasif seperti sabuk pengaman (safety belt) dan titik jangkar (seatbelt anchorage). Pengujian dilakukan secara ketat untuk memastikan mekanisme pengunci dan kekuatan ikatan sabuk pengaman mampu menahan beban ekstrem saat rem mendadak atau terjadi benturan hebat.

Standar Pengujian Keselamatan Khusus Kendaraan Listrik

Menjawab tantangan era elektrifikasi, BPLJSKB kini juga telah siap dengan standar pengujian keselamatan khusus kendaraan listrik (electric vehicle). Pengujian ini mencakup keandalan baterai, perlindungan terhadap risiko kebocoran arus listrik tegangan tinggi, hingga keselamatan sistem kelistrikan saat kendaraan mengalami guncangan atau benturan keras.

Dalam mendukung kompleksitas pengujian tersebut, BPLJSKB dilengkapi dengan area uji coba (proving ground) seluas puluhan hektar. Fasilitas ini mencakup lintasan uji kecepatan tinggi (high-speed track), jalan bergelombang, area uji pengereman basah dan kering, hingga ruang laboratorium tertutup bertolak ukur presisi tinggi.

Baca Juga: Bebas Khawatir! iCAR V23 Hadirkan Layanan Purnajual & 16 Dealer

Boneka Uji Tabrak Rp7 Miliar

Salah satu sorotan utama dalam laboratorium uji tabrak BPLJSKB adalah keberadaan Anthropomorphic Test Device (ATD) atau boneka uji tabrak berspesifikasi tinggi. Tak main-main, satu unit boneka canggih berkode khusus ini memiliki nilai investasi mencapai Rp7 miliar karena dilengkapi ratusan sensor presisi untuk merekam dampak benturan pada tubuh manusia.

Sensor-sensor di boneka uji senilai Rp7 miliar tersebut mampu mencatat tingkat tekanan, percepatan, serta potensi cedera pada organ vital seperti kepala, leher, dada, hingga tulang belakang secara real-time. Data ilmiah dari boneka ini menjadi acuan mutlak apakah suatu kendaraan layak mendapatkan sertifikasi keselamatan atau perlu dievaluasi ulang.

Berkat sejarah panjang sejak 1988 serta dukungan fasilitas modern berstandar internasional, BPLJSKB mempertegas komitmennya untuk melindungi masyarakat Indonesia di jalan raya. Kehadiran fasilitas uji berkelas dunia ini juga sekaligus mendukung industri otomotif nasional agar mampu bersaing secara kualitas di pasar ekspor global.

Baca Artikel Asli