KabarOto.com - Di tengah populasi Nissan Serena C24 yang cukup banyak beredar di Indonesia, terdapat sebuah varian yang keberadaannya sangat langka dan jarang diketahui masyarakat.
Mobil tersebut adalah Nissan Serena PC24, versi pasar Jepang yang tidak pernah dipasarkan secara resmi oleh Nissan Indonesia. Keberadaannya bahkan disebut hanya berjumlah dua unit di Tanah Air, menjadikannya salah satu MPV Nissan paling langka yang pernah mengaspal di Indonesia.
Baca Juga: Nissan Kicks Generasi Kedua, Gendong e-POWER Gen 3 & e-4ORCE
Salah satu pemilik Nissan Serena PC24 di Indonesia, Andriya, mengaku mendapatkan kendaraan tersebut melalui proses barter dengan mobil miliknya sebelumnya. Menurutnya, kesempatan memiliki MPV langka ini datang secara tidak terduga mengingat unitnya yang sangat sulit ditemukan.
“Saya mendapatkan Serena PC24 ini hasil barter atau tuker guling dengan Ford Escape 2004 saya,” ujar Andriya, pemilik Nissan Serena PC24.
Sekilas, Serena PC24 memang memiliki tampilan yang mirip dengan Serena C24 yang sempat dijual resmi di Indonesia pada awal tahun 2000-an. Namun jika diperhatikan lebih detail, terdapat sejumlah perbedaan signifikan baik pada sektor eksterior, interior, maupun dapur pacunya. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa Serena PC24 merupakan model yang dirancang khusus untuk pasar domestik Jepang atau Japanese Domestic Market (JDM).
Menurut informasi yang diperoleh Andriya, jumlah Nissan Serena PC24 di Indonesia sangat terbatas. Ia menyebut hanya terdapat dua unit dengan spesifikasi berbeda, yakni versi diesel berpenggerak empat roda (AWD) dan versi bensin berpenggerak roda depan (FWD). Kedua unit tersebut diyakini masuk ke Indonesia melalui importir umum pada awal dekade 2000-an.
Baca Juga: Nissan Serena C28 Facelift Dilengkapi Fungsi Memori e-Pedal
“Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, Serena PC24 ini hanya ada dua unit di Indonesia. Yaitu versi diesel AWD dan bensin FWD. Waktu itu masuk lewat PT Jawa Bimota Motor,” ungkap Andriya.
Salah satu pembeda utama Serena PC24 dibanding Serena C24 lokal terletak pada sektor mesin. Jika Serena C24 yang beredar di Indonesia menggunakan mesin QR20DE berkapasitas 2.000 cc, maka Serena PC24 dibekali mesin SR20DE 2.000 cc empat silinder naturally aspirated. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 145 hp dan torsi 192 Nm yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis empat percepatan.
Mesin SR20DE sendiri memiliki reputasi yang cukup baik di kalangan penggemar Nissan karena juga digunakan pada sejumlah model legendaris Nissan, termasuk Silvia. Meski spesifikasinya telah disesuaikan untuk kebutuhan MPV keluarga, karakter responsif khas mesin tersebut masih terasa saat digunakan berkendara sehari-hari.
Masuk ke bagian interior, Serena PC24 menawarkan sejumlah detail yang berbeda dibanding versi lokal. Dashboard memiliki desain tersendiri dengan cover head unit yang lebih kecil. Selain itu terdapat banyak ruang penyimpanan terbuka yang tersebar di area kabin. Panel instrumen juga menggunakan nuansa warna biru yang menjadi ciri khas beberapa mobil Nissan pasar Jepang pada era tersebut.
Baca Juga: All-New Nissan Serena e-Power Resmi Meluncur, Harga Rp 639 Jutaan
Perbedaan lainnya terlihat pada konfigurasi kursi baris kedua. Berbeda dengan beberapa varian Serena yang sudah menggunakan captain seat, Serena PC24 masih mengandalkan model bangku konvensional. Meski demikian, kursinya memiliki bantalan yang tebal dan nyaman. Jok tersebut juga dapat dilipat untuk menciptakan ruang penyimpanan tambahan atau difungsikan sebagai meja saat perjalanan.
Dari sisi eksterior, perubahan desain memang tidak terlalu mencolok. Tampilan depan masih mempertahankan siluet yang mirip dengan Serena C24. Namun pada bagian belakang terdapat garnish yang memanjang di pintu bagasi serta desain lampu belakang yang lebih pendek dibanding model yang dipasarkan resmi di Indonesia.
Memiliki kendaraan langka tentu menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal perawatan. Ketersediaan suku cadang menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi pemilik Serena PC24. Banyak komponen yang tidak dapat langsung menggunakan part milik Serena C24 lokal sehingga membutuhkan penyesuaian khusus maupun proses modifikasi.
“Merawat mobil ini cukup tantangan karena hampir semua spare part berbeda dengan Serena C24 yang beredar di Indonesia. Sehingga kita harus kreatif atau custom sendiri mulai dari part kaki-kaki, perintilan, serta spare part mesin,” ujar Andriya.
Meski demikian, berbagai tantangan tersebut dianggap sebanding dengan pengalaman berkendara yang ditawarkan. Menurut Andriya, salah satu keunggulan terbesar Serena PC24 adalah kombinasi antara performa mesin yang responsif dengan kenyamanan khas MPV keluarga. Kabin yang lapang serta bagasi berukuran besar juga menjadi nilai tambah yang masih relevan hingga saat ini.
“Yang saya suka dari mobil ini adalah punya mesin yang responsif untuk sebuah MPV, serta kenyamanan mumpuni mulai dari driver, penumpang depan dan belakang, serta punya bagasi yang luas, saya sering naro motor kecil di bagasi,” ujar Andriya.
Baca Juga: Tampilan Mewah Nissan Serena dengan Kostum Autech
Dengan populasi yang sangat terbatas, spesifikasi unik, serta sejarah masuknya yang berbeda dari Serena pada umumnya, Nissan Serena PC24 menjadi salah satu MPV JDM yang memiliki nilai koleksi tinggi di Indonesia. Kehadirannya menunjukkan bahwa di balik sebuah MPV keluarga yang tampak sederhana, tersimpan cerita dan keunikan yang membuatnya layak diperhitungkan oleh para kolektor maupun pecinta otomotif.