KabarOto.com - Industri otomotif Uni Emirat Arab (UEA) kembali mengejutkan publik dengan peluncuran Theeb X01. Menjadi SUV premium lokal Dubai, mobil ini langsung memicu kontroversi lantaran wujudnya sangat identik dengan ikon off-road asal Jerman, Mercedes-Benz G-Class.
Theeb X01 diperkenalkan oleh K2, perusahaan teknologi mobilitas yang berbasis di UEA. Meski dipasarkan sebagai 'kebanggaan Dubai', banyak pihak menilai kendaraan ini memiliki kemiripan desain yang terlalu spesifik dengan G-Wagen, mulai dari siluet bodi kotak (boxy), hingga detail eksterior lainnya.

Meskipun K2 menekankan aspek desain lokal, laporan menyebutkan bahwa Theeb X01 sebenarnya dibangun di atas basis BAIC BJ81, SUV terbaru dari pabrikan asal Tiongkok. Selain kemiripan dengan G-Class, bagian wajah kendaraan disebut mengambil inspirasi dari Jeep Renegade dan Suzuki Jimny, sementara interiornya memiliki aura Land Rover Defender.
Dari sisi jantung pacu, Theeb X01 mengandalkan teknologi elektrifikasi untuk mengejar performa tinggi. Tersedia dalam varian Base, Sport, dan Luxury, spesifikasi teknisnya cukup mengesankan.

Menggunakan mesin turbo 2.000 cc 4-silinder, serta dual-motor system, tenaga maksimal yang mampu dihasilkan mencapai 550 dk dan torsi puncak 720 Nm. Selain itu, mobil ini juga dilengkapi 13 mode berkendara untuk kenyamanan saat melintasi berbagai medan.
Langkah K2 ini sejalan dengan ambisi negara-negara Teluk untuk membangun kemandirian industri otomotif, serupa dengan Arab Saudi yang meluncurkan merek Ceer. Theeb X01 diposisikan bukan sekadar SUV biasa, melainkan kendaraan cerdas yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan otonom.
Baca Juga: Mercedes Benz Luncurkan Pikap Mewah X-Class di Australia
K2 sendiri telah aktif mengoperasikan unit bisnis robotaxi di sekitar Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, dan menunjukkan keseriusannya dalam menggarap teknologi mobilitas masa depan di wilayah tersebut.
Munculnya Theeb X01 semakin mempertegas tren global di mana platform kendaraan asal Tiongkok kini banyak diadopsi oleh merek-merek lokal di berbagai negara untuk mempercepat produksi kendaraan ramah lingkungan yang kompetitif.