KabarOto.com - Pembalap pabrikan Porsche Formula E, Nico Müller, secara terbuka juluki jet darat listrik teranyar timnya, Porsche 975 RSE, dengan sebutan “The Beast”.
Mobil balap generasi keempat (GEN4) ini disiapkan untuk melanjutkan dominasi Porsche setelah sukses mengawinkan gelar juara dunia pebalap, tim, dan manufaktur pada musim-musim sebelumnya.
Pemberian nama "975 RSE" sekaligus menjadi bentuk penghormatan (tribute) terhadap ulang tahun ke-75 Porsche Motorsport.
Bagi para penggemar balap otomotif, khususnya Formula E, kehadiran mobil balap listrik terbaru ini membawa lompatan teknologi yang sangat signifikan.

Baca Juga: Maserati Eldorado 1958, Sejarah Legenda "Jualan" Balap Single Seater
Berikut adalah 5 hal utama yang wajib diperhatikan oleh para penggemar dari Porsche 975 RSE:
1. Performa Monster: Akselerasi 0-100 km/jam Cuma 1,8 Detik
Tenaga puncak Porsche 975 RSE melonjak hingga 71 persen dibandingkan pendahulunya (99X Electric). Menyemburkan daya hingga 600 kW setara 816 dk dengan kecepatan puncak mencapai 335 km/jam.
The Beast mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 1,8 detik. Kecepatan putaran lap (lap time) mobil GEN4 ini bahkan diprediksi bakal setara dengan jet darat Formula 2.

2. Konsep Aerodinamika Ganda: Khusus Kualifikasi dan Balapan
Mengikuti standar regulasi GEN4, tampilan visual Porsche 975 RSE kini lebih agresif mengandalkan sayap besar untuk menghasilkan downforce ekstra hingga 150 persen.
Untuk menyiasati hambatan udara (drag), Porsche merancang dua paket aerodinamika berbeda:
- Low-Downforce Package: Hambatan udara minimal untuk memaksimalkan efisiensi energi saat balapan utama.
- High-Downforce Package: Gaya tekan maksimal untuk cengkeraman optimal saat sesi kualifikasi.
Formula E telah menjadi sangat cepat hanya dalam kurun waktu sekitar satu dekade, sehingga kini kami membutuhkan aerodynamic downforce. Kami memiliki dua paket aero: paket low-downforce dengan hambatan udara minimal untuk balapan dan high-downforce untuk kualifikasi di mana konsumsi energi tidak menjadi masalah,
ujar Olivier Champenois, Technical Project Leader Formula E Porsche Motorsport.

3. Efisiensi Luar Biasa dan Rekuperasi 700 kW
Efisiensi powertrain Porsche 975 RSE menembus angka lebih dari 97 persen, jauh melampaui mesin Formula 1 yang berada di bawah 55 persen. Rahasianya terletak pada teknologi pengereman regeneratif (rekuperasi) yang disokong penggerak empat roda (All-Wheel Drive).
- Daya Rekuperasi: Mencapai 700 kW, di mana motor listrik poros belakang menyumbang hingga 350 kW.
- Suplai Energi: Baterai berkapasitas 51,25 kWh sebenarnya hanya membawa sekitar separuh dari total energi yang dibutuhkan. Sekitar 50 persen energi untuk menyelesaikan balapan durasi 45+ menit murni dihasilkan dari proses rekuperasi saat pengereman.

4. Pendinginan Oli Langsung yang Diadopsi ke Mobil Jalan Raya
Porsche menerapkan teknologi direct oil cooling pada motor listrik Permanent Magnet Synchronous di poros belakang. Cairan oli non-konduktif dialirkan langsung ke gulungan stator tempat panas terpancar, sehingga ukuran motor bisa 1,5 kali lebih ringkas dibanding sistem pendingin water jacket konvensional.
Teknologi pendinginan oli langsung yang diuji di lintasan balap ini juga diturunkan langsung ke mobil produksi massal, Porsche Cayenne Turbo Electric.
Baca Juga: Bos Mercedes Buka Suara Usai Kimi Antonelli Menang F1 Italia 2026!
5. Pengembangan Software Mandiri dengan 1,5 Juta Baris Kode
Di luar komponen mekanis standar FIA, diferensiasi utama Porsche bertumpu pada pengembangan perangkat lunak mandiri di Porsche Development Centre, Weissach. Unit kontrol Porsche 975 RSE menjalankan lebih dari 1,5 juta baris kode yang terbagi ke dalam ratusan modul eksekusi.
Software ini memaksimalkan tenaga yang kami kirimkan ke roda. Itulah mengapa sangat penting untuk mengembangkan software Formula E secara mandiri. Ini memungkinkan kami merespons perubahan dan tantangan baru secara lebih cepat,
jelas Olivier Champenois, Technical Project Leader Formula E Porsche Motorsport
Aksi seru Nico Müller dan Pascal Wehrlein memacu The Beast Porsche 975 RSE di lintasan balap dipastikan dapat disaksikan langsung oleh para penggemar Formula E mulai Desember 2026.