OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Penjualan Toyota Merosot 5 Persen di 2018, Ini Alasannya!

Deni Ferlindungan - Jumat, 11 Januari 2019
OtoNews Hot News Mobil News Toyota

KabarOto.com - Persaingan di industri otomotif tanah air di tahun 2018 diketahui memang sangat ketat, terlebih di segmen low multi purpose vehicle (LMPV) kini dihuni oleh beragam produk baru yang menjadi pilihan baru bagi masyarakat.

Salah satu yang terkena dampaknya adalah Toyota yang mengalami penurunan penjualan di tahun 2018 lalu. Pun begitu bagi pabrikan asal Jepang itu, Indonesia masih menjadi penyumbang penjualan terbesar keempat bagi Toyota secara global di tahun lalu.

"Penjualan wholesales kita itu berada di angka 352 ribuan unit di 2018 lalu. Angka tersebut belum termasuk merek Lexus," jelas Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM).

Jika berangkat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) di tahun 2017 lalu, Toyota mengalami penurunan penjualan sekitar 5 persen, di mana Toyota di 2017 berhasil meraih penjualan sebesar 371.332 unit.

Dari sisi pangsa pasar pun Toyota mengalami penurunan menjadi 31 persen, sementara di 2017 lalu berhasil menguasai 34 persen.

Baca juga: Bos Toyota Pastikan Avanza Baru Rilis Pekan Depan

"Kalau penurunan itu disebabkan beragam faktor, seperti karena kompetisi yang kini cukup berat, lalu di beberapa segmen seperti LCGC itu kita mengalami beberapa isu seperti (ketatnya) pembiayaan dan lainnya. Tentu itu mempengaruhi penjualan," jelas Anton.

Di sisi lain menurunnya penjualan Toyota sepanjang tahun 2018 lalu pun dipengaruhi oleh datangnya rival-rival baru di segmen LMPV, mulai dari Mitsubishi Xpander hingga Wuling yang kini menawarkan dua MPV di tanah air yakni Confero dan Cortez yang secara harga menyenggol varian tertinggi dari segmen LMPV.

Selain itu, di tahun 2018 lalu turut dipengaruhi oleh gejolak ekonomi yang cukup terasa mulai dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, kredit macet pada pembiayaan kendaraan, hingga depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga sekitar 6-7 persen. Dampaknya pun terlihat dari penurunan penjualan di segmen LMPV sebesar 0,5 persen year on year menjadi 445,6 ribu unit per Januari-November tahun lalu.

Beruntung pasar mobil secara keseluruhan di tahun 2018 lalu masih tetap mengalami pertumbuhan, jika dibandingkan tahun sebelumnya dari 1,079 juta unit menjadi 1,1 juta unit. Hingga saat ini, Gaikindo diketahui masih mengkalkulasi data penjualan kendaraan secara keseluruhan di 2018. Pertumbuhan penjualan di tahun 2018 lalu, tak lepas dari tingginya permintaan untuk segmen komersial dan juga di segmen sport utility vehicle (SUV).

Menurut data yang dimiliki KabarOto, distribusi mobil-mobil komersial ke pasar diperkirakan tumbuh hingga 30 persen. Di sisi lain, segmen SUV hingga bulan November lalu mengalami pertumbuhan penjualan hingga 21,3 persen atau berada di angka 181,5 ribu unit.

Baca juga: All New Toyota Camry Incar Para Jutawan Usia Muda

Pertumbuhan di segmen SUV pun semakin dipertegas melalui pencapaian SUV merek Toyota yang turut terdongkrak naik di tahun 2018 lalu.

Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur TAM mengatakan, "Tahun 2018 lalu itu, yang berkembang justru bukan di segmen MPV tapi di SUV. Kami bersyukur di sana memiliki Toyota Rush yang mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi," bebernya.

Ia pun memaparkan, "Toyota Rush mengalami pertumbuhan positif, tapi kami sangat bersyukur Avanza di tengah persaingan yang ketat seperti itu dan saat ini MPV stagnan, namun Avanza masih menjadi pilihan utama masyarakat di Indonesia,” tutupnya.

Baca Artikel Asli