Peralihan dari Mesin Konvensional ke Listrik Bikin Penjualan Porsche Cenderung Lesu?
KabarOto.com - Pada tahun 2024, Porsche AG memperbarui jajaran produknya dengan perubahan generasi untuk empat dari enam modelnya yakni Panamera, Taycan, 911, dan Macan.
Pihaknya bilang angka tahun 2024 menunjukkan penurunan sebesar 3% dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami telah banyak berinvestasi pada merek kami dan kami senang melihat bahwa rincian penjualan kami di masing-masing wilayah di dunia tetap sangat seimbang,” kata Detlev von Platen, Member of the Executive Board for Sales and Marketing di Porsche AG.
Di Cina, pihaknya mengatakan penjualan turun sekitar 28 persen. Penurunan ini terutama disebabkan oleh situasi ekonomi yang terus menantang di wilayah ini. Meskipun demikian, Porsche mengaku tetap berpegang teguh pada pendekatan penjualan mereka yang berlanjut.
Baca Juga: 627 Mobil Porsche dari Komunitas Lintas Generasi Berkumpul di Acara Das Treffen

Hal itu menurutnya masih didukung pada awal tahun 2024, Macan all-electric yang baru merayakan peluncuran perdananya di Singapura. Mobil ini telah diperkenalkan secara berturut-turut ke pasar sejak akhir September lalu. Di sebagian besar negara di luar Uni Eropa, Porsche terus menyediakan Macan sebelumnya sebagai opsi bermesin bakar secara paralel.
Sebenarnya angka penjualan mereka untuk varian tersebut diakui turun 5% dibandingkan tahun sebelumnya, yang antara lain disebabkan oleh penghentian produksi Macan bermesin konvensional di Eropa dan pengenalan model listrik di seluruh dunia.
Mobil sport ikonik 911 masih tetap di angka yang stabil, dan menurut pihaknya penjualan naik 15% lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Peluncuran Sekaligus Perpisahan, Mobil Balap Porsche LMP 2000 Bangkit Setelah Tidur 25 Tahun

Sedangkan Taycan diakui setara dengan penurunan sebesar 49%. Di sini, juga terjadi perubahan model, dan menurutnya peningkatan mobilitas listrik secara umum berjalan lebih lambat dari yang direncanakan. Sedangkan Panamera klaimnya mengalami penurunan sebesar 13 persen untuk lini model ini disebabkan oleh permintaan yang lebih rendah untuk lini model ini di pasar Tiongkok.
“Dengan jajaran produk termuda dalam sejarah perusahaan, penawaran kami sangat menarik bagi para pelanggan. Pada saat yang sama, tentu saja, kami memperkirakan bahwa kondisi ekonomi dan geopolitik akan lebih menantang kami pada tahun 2025. Namun demikian, tujuan kami adalah untuk semakin memperkuat merek kami secara global dan memanfaatkan potensi pasar. Kami akan melakukan hal ini sesuai dengan permintaan di masing-masing wilayah untuk tetap setia pada prinsip penjualan berbasis nilai di masa depan,” tutupnya.
Baca Original Artikel