Peran Bajaj saat Ini untuk Motor Produksi KTM

Kusnadi Chahyono Jumat, 28 November 2025

KabarOto.com - Hubungan antara perusahaan otomotif India, Bajaj Auto Limited (BAL), dan pabrikan sepeda motor off-road Austria, KTM, merupakan salah satu aliansi strategis paling sukses di industri roda dua global.

Alih-alih menjadi akuisisi penuh dalam pengertian tradisional, Bajaj membangun pengaruhnya di KTM melalui pembelian saham secara bertahap yang dimulai pada tahun 2007.

Kemitraan ini didasarkan pada kesepakatan bahwa Bajaj akan mengambil peran utama dalam produksi sepeda motor berkapasitas mesin kecil (125cc hingga 390cc) untuk merek KTM dan Husqvarna, terutama untuk pasar Asia dan global, memanfaatkan biaya produksi yang lebih rendah di India.

Proses penguasaan saham oleh Bajaj terhadap KTM tidak terjadi dalam semalam. Dimulai dengan pembelian saham minoritas sebesar 14.5% pada tahun 2007, Bajaj terus meningkatkan kepemilikannya selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Profil eMotor Sprinto, Skutik Listrik Dibanderol Rp25 Jutaan

Peningkatan ini dilakukan secara strategis, sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan keberhasilan teknis motor-motor entry-level yang diproduksi di pabrik Bajaj di Chakan, Pune, India.

Pada tahun 2021, kepemilikan Bajaj mencapai puncaknya, menguasai 49.9% dari saham KTM. Status ini menjadikan Bajaj sebagai pemegang saham tunggal terbesar di perusahaan induk KTM, yang saat itu bernama KTM PowerSports AG dan kemudian berubah menjadi PIERER Mobility AG.

Pada akhir tahun 2021, terjadi restrukturisasi signifikan yang mengubah cara Bajaj memegang saham KTM. Perusahaan induk KTM yang dipimpin oleh CEO Stefan Pierer, yakni PIERER Mobility AG (PMAG), memutuskan untuk menyederhanakan struktur kepemilikan.

Motor Bajaj

Sebagai bagian dari langkah ini, kepemilikan 49.9% saham KTM AG oleh Bajaj dialihkan ke PIERER Mobility AG (PMAG) sebagai imbalan bagi Bajaj untuk menerima saham di PIERER Mobility AG itu sendiri. Melalui kesepakatan ini, Bajaj Auto kini memiliki saham kepemilikan di perusahaan induk PMAG yang terdaftar di bursa saham, alih-alih saham langsung di KTM AG.

Dampak terbesar dari aliansi Bajaj-KTM terletak pada bidang manufaktur dan perluasan pasar. Berkat kemampuan produksi massal dan keunggulan biaya Bajaj, model-model KTM yang paling populer dan diakses secara global seperti seri Duke dan RC 125cc, 200cc, dan 390cc yang diproduksi sepenuhnya di India.

Hal tersebut memungkinkan KTM untuk menawarkan motor berperforma tinggi dengan harga yang kompetitif, membuka pintu ke segmen premium di pasar negara berkembang seperti India dan memperkuat posisi KTM sebagai pemain global.

Pabrik Bajaj di Chakan menjadi pusat manufaktur penting yang melayani kebutuhan pasar domestik India dan juga mengekspor motor KTM ke seluruh dunia.

Kemitraan ini terbukti saling menguntungkan secara finansial dan teknis. Bagi Bajaj, akses ke teknologi canggih Eropa dan platform mesin KTM yang modern memungkinkan mereka untuk meningkatkan kualitas dan teknik internal mereka, serta membantu Bajaj mengembangkan motornya sendiri (seperti seri Pulsar).

Baca Juga: Dari Helm Sampai EV Charging, Ini Merek Aftermarket di GJAW 2025

Sementara itu, bagi KTM, kerjasama ini memberikan akses ke sumber daya modal yang besar, infrastruktur manufaktur yang efisien, dan pintu masuk yang cepat ke pasar Asia yang luas dan berkembang pesat. Keuntungan dari ekonomi skala yang dihasilkan oleh produksi di India sangat krusial bagi profitabilitas global KTM.

Meskipun Bajaj tidak lagi menjadi pemegang saham langsung sebesar 49.9% di KTM AG, kepemilikan saham mereka yang signifikan di PIERER Mobility AG (PMAG) memastikan bahwa Bajaj tetap menjadi mitra strategis dan pemangku kepentingan yang sangat penting.

Peran Bajaj dalam memproduksi model-model entry-level KTM dan Husqvarna tetap tak tergantikan. Kemitraan ini menunjukkan contoh sukses di mana sebuah perusahaan dari negara berkembang dapat mengambil peran kepemimpinan, tidak hanya sebagai mitra manufaktur tetapi juga sebagai investor kunci, dalam sebuah merek premium Eropa, yang diperkirakan akan terus berlanjut dan bahkan berkembang ke segmen mesin berkapasitas lebih besar di masa depan.

Bagikan

Baca Original Artikel