OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Persaingan Mobil Listrik, Vinfast Kejar Target TKDN 80 Persen

Kipli - Kamis, 03 September 2026
OtoNews Mobil News

KabarOto.com - Indonesia kini menjadi salah satu pasar kendaraan listrik (EV) yang sangat menjanjikan di Asia Tenggara. Berbagai merek otomotif global mulai masuk ke Tanah Air, mendorong percepatan adopsi EV murni secara masif.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil listrik nasional melonjak tajam dari 10.327 unit pada 2022 menjadi 43.193 unit pada 2024, hingga menembus 103.931 unit pada 2025.

Di tengah maraknya merek luar yang sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar penjualan (market destination), VinFast mengambil langkah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pilar manufaktur utamanya di kawasan Asia Tenggara.

VinFast tidak hanya memasarkan unit impor, tetapi juga berkomitmen memperkuat lokalisasi lewat pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat. VinFast mengklaim bahwa mereka menetapkan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap dan agresif.

Tahun 2026 melampaui 40%, 2029 meningkat hingga 60%, 2030 menembus 80%. Langkah ini menegaskan keseriusan VinFast dalam memberdayakan potensi industri lokal, membangun kepercayaan masyarakat, serta memperkokoh ketahanan rantai pasokan otomotif nasional.

Baca Juga: Definisi Cooling System yang Baik untuk Modifikasi Motor Listrik

Investasi Pabrik Subang

Strategi lokalisasi VinFast sejalan dengan regulasi pemerintah yang menerapkan insentif serta aturan ketat untuk membangun ekosistem EV dari hulu ke hilir. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pertumbuhan industri EV harus diikuti penguatan rantai pasok dalam negeri demi meningkatkan nilai tambah nasional melalui kemitraan dengan IKM komponen lokal.

Menjawab tantangan tersebut, VinFast mengucurkan investasi bertahap lebih dari US$ 1 miliar untuk membangun fasilitas pabrik perakitan seluas 171 hektare di Subang, Jawa Barat. Fasilitas ini memiliki kriteria kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun, fasilitas terintegrasi pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, hingga pengujian kualitas berstandar global.

Baca Juga: Pengecekan Komponen Mobil di Musim Panas, Simak Kata Ahlinya

Dampak Positif dan Manfaat

Fasilitas produksi di Subang disiapkan untuk merakit seluruh lini produk VinFast, mulai dari city car VF 3, VF 5, SUV VF 6 dan VF 7, hingga MPV listrik VF MPV 7. Pencapaian target TKDN hingga 80% ini memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat dan konsumen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya integrasi industri ini. “Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih, sekaligus meningkatkan nilai tambah produksi nasional melalui kemitraan dengan IKM komponen lokal,” terangnya.

Harga lebih terjangkau efisiensi biaya produksi dan distribusi berpotensi menekan harga jual serta biaya suku cadang. Kepastian purnajual ketersediaan komponen lokal melimpah membuat proses servis dan perbaikan jauh lebih cepat tanpa kendala inden komponen impor.

Baca Artikel Asli