Jumlah SPBU Pertamina di seluruh wilayah Indonesia yang masih terbilang minim sangat memungkinkan untuk terus ditambah jumlahnya.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, mengatakan, dibanding dengan negara-negara lain, jumlah SPBU Pertamina masih terbilang sedikit jika dibandingkan luas wilayah Indonesia. Saat ini di SPBU di Indonesia berjumlah 5.500 jumlahnya, sementara negara kecil seperti Thailand memiliki SPBU yang banyaknya melebihi Indonesia.
"Italia itu SPBU-nya lebih dari 20.000. Indonesia cuma 5.500, sementara standard desain SPBU di Indonesia butuh investasi yang besar," katanya.
Hal ini yang membuat jarak antar SPBU di Indonesia menjadi jauh. Ini membuat penjual BBM jenis Pertamini bermunculan saat ini. "Orang kan berpikir, kalau beli ke SPBU misalnya jaraknya 5 kilometer, mending di Pertamini. Padahal beda harganya jauh, karena kan mereka juga beli dari SPBU ditambah ongkos angkut, dan lain-lain," paparnya.
Ke depan dalam membangun SPBU baru, Pertamina bisa saja menurunkan jumlah nozzle yang ada menjadi hanya 1 atau 2 buah saja, sehingga bisa dibangun di banyak tempat.
"Selanjutnya kita bisa rangkul Pertamini, tetapi yang safetynya bagus, karena kalau misal nanti kebakaran pasti Pertamina salah lagi," kata Bambang.
Baca Juga: