OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Proyek Ganas, Honda Brio Cangkok 2 Mesin Ini Bertenaga 700 dk

Kipli - 2 jam, 18 menit lalu
Main Categories Berita Foto OtoModif OtoBrand Mobil Honda Brio

KabarOto.com - Dunia modifikasi otomotif tanah air seakan tak kehabisan ide liar, inovasi ekstrem kali ini datang dari Engineplus Motorsport membuat gebrakan dengan menggarap sebuah proyek modifikasi Honda Brio dengan cangkok 2 mesin dengan estimasi tenaga 700 dk.

Bukan sekadar body kit atau rombakan mesin biasa, Honda Brio ini dipasangi dua unit mesin sekaligus di depan dan belakang yang diproyeksikan mampu meletupkan tenaga monster hingga 700 dk. "Gabungan dari mesin depan 350 dk dan belakang 350 dk," buka Teguh San dari Engineplus Motorsport.

Baca Juga: Modifikasi Nissan GT-R R34 V-Spec II Nür, Pakai Mesin Balap GT500

Awal Mula Dari Cangkang Mobil Mangkrak

Ia menceritakan latar belakang lahirnya proyek gila ini. Semua bermula dari sasis atau kerangka Honda Brio bekas mobil ajang balap ISSOM yang sudah lama menganggur dan tak terpakai di bengkel.

Awalnya kita ada kerangka udah lama enggak dipakai, dulu mobil ISSOM. 'Jogrok' lama, terus kita rencana buat main-main mau dibangun seperti apa,

ungkap Teguh.

Sebelum memutuskan konsep dua mesin, pihak Engineplus sempat mempertimbangkan opsi modifikasi sistem penggerak empat roda (4WD) menggunakan satu mesin. Namun, konsep tersebut dinilai sudah terlalu umum.

Tadinya ada ide buat 4WD, mesinnya tetap satu cuma penggeraknya 4WD. Tapi kan itu sudah biasa. Kalau dua mesin kan belum biasa. Dan kalau dua mesin, satu mesin gerak dua roda, itu power-nya udah pasti bisa dibayangkan,

lanjutnya.

Spesifikasi Rekayasa Teknis, Dua Mesin Identik & Sistem Penggerak Fleksibel

Membangun mobil bermesin ganda tentu membutuhkan kerumitan mekanis dan elektris untuk menjaga keseimbangan performa dan pengoperasian, Engineplus menerapkan beberapa racikan teknis khusus.

Mesin yang terpasang di bagian depan dan belakang harus menggunakan spesifikasi yang sama agar keluaran tenaga (power output) seimbang. Target awal untuk tiap-tiap mesin adalah 250 Wheel Horsepower (WHP) atau sekitar 350 dk on engine. Jika kedua mesin bekerja bersamaan, total potensi tenaganya mencapai 700 dk.

Mobil ini menggunakan dua unit Electronic Control Unit (ECU) terpisah untuk menangani masing-masing mesin. Walaupun memiliki dua throttle body, input pedal gas dibuat menyatu dalam satu pedal, begitu pula dengan mekanis shifter transmisi agar perpindahan gigi dapat berjalan sinkron.

Menariknya, kedua mesin ini tidak harus menyala secara bersamaan. Mobil bisa dijalankan hanya dengan mesin belakang saja (RWD), mesin depan saja (FWD), atau kedua-duanya aktif (AWD) saat butuh performa penuh.

Jadi bisa gaya-gaya dikit nih, burn-out belakang dulu, matiin, burn-out depan dulu, matiin, baru empat-empatnya burn-out!

kelakar Teguh.

Baca Juga: Modifikasi Nissan R35 GT-R, Dijejali Piranti Balap Luar Negeri

Tantangan Paling Rumit Sasis dan Kaki-Kaki Belakang

Proses pengerjaan proyek ini terbagi menjadi dua sektor utama, pengerjaan bodi/sasis dan mesin. Pengerjaan mesin sejauh ini telah memakan waktu sekitar 2 bulan dan mesin belakang sudah berhasil dinyalakan.

Namun, sektor modifikasi bodi dan penguatan sasis justru memakan waktu lebih lama, yakni mencapai 4 bulan.

Kerjaan yang paling lama sebenarnya di bodi. Mau reinforce belakangnya semua itu lumayan susah. Semua kaki-kaki depan dipindah ke belakang, jadi beli sokbrekernya dua pasang tapi pakainya depan doang,

jelas Teguh.

Riset Berkelanjutan dan Target Lintasan

Mengingat proyek ini bersifat rancang bangun (R&D/Research and Development) dan prototipe, Engineplus Motorsports memanfaatkan berbagai komponen performa yang ada di bengkel untuk dirangkai pada sasis Honda Brio ini.

Engineplus menargetkan mobil ini sudah siap melakukan uji coba (running) pada awal tahun depan. Lintasan balap lurus (drag race) akan menjadi arena uji coba pertama. Jika terbukti tangguh dan stabil, tidak menutup kemungkinan Honda Brio dua mesin ini juga akan dijajal di sirkuit balap belok (circuit racing) maupun lintasan rally.

Ini emang basic-nya mobil main. Di mana semua alam bisa, harusnya ini bisa!

pungkas Teguh.
Baca Artikel Asli