OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Rahasia Dapur Tim F1 Jelang Sprint Race Terungkap di Silverstone

Kusnadi Chahyono - Sabtu, 04 Juli 2026
OtoSport Formula One

KabarOto.com - Persaingan sengit di baris depan hasil Sprint Qualifying Formula 1 (F1) Grand Prix Inggris 2026 memicu perang urat syaraf sekaligus evaluasi teknis mendalam di garasi para tim papan atas. Keberhasilan Lewis Hamilton mengamankan posisi start terdepan untuk sesi Sprint Race bersama Scuderia Ferrari HP memecah dominasi rival, namun para ahli mesin dan prinsipal tim menegaskan bahwa pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai.

Kondisi sirkuit Silverstone yang berangin, ditambah karakteristik regulasi teknis mesin terbaru yang sangat sensitif terhadap manajemen energi, memaksa para insinyur bekerja lembur demi menemukan kompromi set-up jet darat terbaik.

Ferrari Manfaatkan Kunci Simulasi Maranello

Keberhasilan Ferrari mengunci posisi pertama lewat Hamilton dan posisi keempat melalui Charles Leclerc menjadi bukti sahih keunggulan persiapan matang mereka. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim simulator sebelum armada berangkat ke Inggris.

Lewis Hamilton
Tim Scuderia Ferrari HP serius memetik kemenangan di F1 Inggris 2026

Prinsipal Tim Scuderia Ferrari HP, Fred Vasseur, langsung memberikan apresiasinya kepada seluruh kru.

Selamat kepada Lewis dan seluruh tim atas hasil hari ini. Dalam akhir pekan format Sprint, pekerjaan persiapan yang dilakukan di Maranello menjadi jauh lebih penting dari biasanya,

ungkap Vasseur. "Ini adalah cara ideal bagi Lewis untuk memulai balapan kandangnya, tetapi kami tahu kami belum meraih apa pun. Target kami adalah mencetak banyak poin di Sprint dan kemudian segera mengalihkan fokus penuh ke kualifikasi Grand Prix."

Mercedes Berjuang Jinakkan Angin, McLaren Terkendala Top Speed

Di kubu rival, Mercedes AMG F1 yang menempatkan Kimi Antonelli di posisi kedua justru mengaku sedang berada dalam posisi defensif. Karakteristik sirkuit yang berangin kencang (gusty) membuat mobil mereka sulit dikendalikan.

Trackside Engineering Director Mercedes, Andrew Shovlin, mengakui adanya kesalahan arah dalam penentuan setelan awal mobil.

Kimi Antonelli
Mercedes masih terkendala mobil gejala oversteer

Hari ini cukup frustrasi bagi kami. Sepanjang sesi, kami terus melakukan perubahan untuk memberikan stabilitas lebih pada mobil,

kata Shovlin. "Namun, bahkan hingga babak SQ3, bagian depan mobil (front end) terasa masih terlalu kuat (oversteer). Hal tersebut sama sekali bukan apa yang Anda butuhkan ketika kondisi trek sangat berangin."

Skenario serupa tapi tak sama dialami McLaren Racing. Selain sempat didera kerusakan komponen saluran rem depan (front brake duct) pada mobil Lando Norris, tim pepaya ini juga mendeteksi adanya kelemahan kecepatan di trek lurus.

Senior Director McLaren Racing, Randy Singh, memaparkan tantangan yang dihadapi timnya:

Kami memiliki perbedaan kecepatan (speed difference) yang perlu kami pahami, karena itu merugikan kami dalam jumlah waktu yang cukup signifikan di lintasan lurus. Kami tidak bisa melakukan perubahan sebelum Sprint, tetapi kami bekerja keras untuk mengatasi masalah ini dan menemukan kompromi set-up yang lebih baik sebelum Kualifikasi F1,

urai Singh.

Red Bull Soroti Pembatasan Energi Regulasi Baru

Sementara itu, Red Bull Racing yang harus puas melihat Max Verstappen start dari posisi ketiga, menyoroti tantangan regulasi teknis mobil 2026. Karakter Silverstone yang menuntut efisiensi aerodinamika tingkat tinggi berpadu dengan manajemen pemulihan energi hybrid yang rumit.

Max Verstappen
Fokus ke regulasi baru di F1 Inggris 2026

Technical Director Red Bull Racing, Pierre Wache, menjelaskan rumitnya peta persaingan di Silverstone jika dibandingkan dengan sirkuit sebelumnya.

Layout di sini sama sekali berbeda dengan apa yang kami hadapi di Austria, mulai dari suhu hingga desain arah angin,

jelas Wache.

Teknisi asal Prancis ini menambahkan, "Dengan regulasi ini, penyaluran energi (energy deployment) menjadi sangat kritikal karena perbedaan antar mobil membatasi performa kami di kualifikasi Sprint. Di FP1 kami mempelajari beberapa hal untuk ditingkatkan. Masih ada perbaikan yang harus dilakukan dari sisi kami untuk kualifikasi normal esok hari."

Dengan regulasi parc fermé yang akan dibuka kembali pasca-balapan Sprint sejauh 100 km, hari Sabtu ini akan menjadi ajang eksperimen hidup-mati bagi para ahli mesin untuk menyempurnakan performa mobil demi sesi kualifikasi utama balapan hari Minggu, (5/7).

Baca Artikel Asli