KabarOto.com - Teknologi keselamatan dan kenyamanan kini menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan konsumen saat memilih kendaraan modern.
Salah satu teknologi yang kini menjadi perhatian di industri otomotif global adalah Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Teknologi ini telah menjadi bagian penting pada berbagai kendaraan modern.
ADAS merupakan sistem bantuan berkendara cerdas yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan sekaligus kenyamanan selama perjalanan. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan kombinasi kamera, radar, sensor ultrasonik, dan komputer kendaraan untuk memantau kondisi sekitar mobil secara real-time.
Baca Juga: Memahami Serba Serbi Fitur Keselamatan pada Mobil Modern
ADAS Mengurangi Risiko Kecelakaan
Tidak heran jika teknologi ADAS kini banyak digunakan pada kendaraan bermesin konvensional, hybrid, hingga electric vehicle (EV). Kehadiran fitur ini dinilai mampu membantu mengurangi risiko kecelakaan serta meringankan beban pengemudi, terutama saat menghadapi perjalanan jauh atau kondisi lalu lintas padat.
Dalam kondisi tertentu, sistem ADAS dapat memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya. Bahkan beberapa fitur mampu melakukan tindakan otomatis, seperti pengereman darurat atau membantu menjaga kendaraan tetap berada di jalurnya.
“Teknologi ADAS di mobil keluaran terbaru lazimnya memiliki beberapa fitur mendasar seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Automatic Emergency Braking (AEB), Lane Departure Warning (LDW), Lane Keeping Assist (LKA), Traffic Sign Recognition hingga Blind Spot Monitoring (BSM),” Jelas Shendy Andhika dari Curb Motorsport.
Masing-masing fitur pada sistem ADAS memiliki fungsi berbeda meski tujuan utamanya sama, yakni meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Baca Juga: Fungsi Fitur dan Teknologi Modern Pada Kaki-kaki Mobil
Beberapa Fitur ADAS
Contohnya, Adaptive Cruise Control (ACC), mampu menjaga kecepatan kendaraan sekaligus mengatur jarak aman dengan mobil di depan secara otomatis. Fitur ini sangat membantu saat melintasi jalan tol dalam perjalanan jarak jauh.
Sementara itu, Automatic Emergency Braking (AEB) bekerja dengan melakukan pengereman otomatis ketika sistem mendeteksi potensi tabrakan dan pengemudi terlambat merespon situasi di depan kendaraan.
Lane Departure Warning
Ada pula Lane Departure Warning (LDW) yang memberikan peringatan ketika mobil keluar jalur tanpa menyalakan lampu sein. Sedangkan Lane Keeping Assist (LKA) membantu mengoreksi arah kemudi agar kendaraan tetap berada di jalur yang semestinya.
Untuk meningkatkan visibilitas pengemudi, Blind Spot Monitoring (BSM) hadir guna mendeteksi kendaraan yang berada di area titik buta spion. Selain itu, fitur Traffic Sign Recognition juga mampu membaca rambu lalu lintas melalui kamera, seperti batas kecepatan maupun tanda larangan tertentu.
“Seluruh fungsi ADAS sangat mengandalkan sensor dan kamera untuk membaca kondisi sekitar kendaraan. Data tersebut kemudian dianalisis komputer kendaraan untuk memberikan peringatan ataupun tindakan otomatis jika diperlukan,” bebernya.
Ia mewanti, ADAS bukanlah teknologi autopilot sepenuhnya. Pengemudi tetap harus fokus dan memegang kendali penuh selama berkendara. Pada kondisi tertentu seperti marka jalan yang kurang jelas, hujan deras, atau lalu lintas padat, performa sistem dapat mengalami keterbatasan.
Namun secara umum, teknologi ini dinilai sangat membantu, terutama bagi pengemudi pemula maupun saat melakukan perjalanan jarak jauh. Kehadiran ADAS juga dapat membantu mengurangi kelelahan berkendara sekaligus meminimalkan risiko human error di jalan.

