KabarOto.com - Persaingan pasar otomotif global yang semakin ketat memaksa pabrikan legendaris asal Amerika Serikat, Jeep, untuk merombak total strateginya di benua biru. Demi mengamankan posisinya di Eropa, induk perusahaan Jeep, Stellantis, secara resmi mempererat kemitraan dengan raksasa otomotif asal Tiongkok, Dongfeng Motor Group.
Langkah berani ini diambil setelah Jeep memutuskan untuk membatalkan peluncuran dua model EV murninya, Recon dan Wagoneer S, di pasar Eropa akibat kondisi pasar yang menantang dan tingginya biaya pengembangan setir kanan.
Sebagai gantinya, Jeep memilih jalur yang lebih taktis, meluncurkan SUV flagship baru berukuran bongsor (D-segment) yang memanfaatkan basis teknologi dan platform dari Tiongkok.
Baca Juga: Changan Resmi Buka Pre-Book Deepal S05 dan S05 REEV di Indonesia
Sinergi Desain Amerika dan Teknologi Tiongkok
Melalui kerja sama ini, SUV flagship terbaru Jeep akan diproduksi langsung di pabrik joint venture Wuhan, China, menggunakan platform New Energy Vehicle (NEV) milik Dongfeng.
Meski menggunakan arsitektur modular dari Negeri Tirai Bambu, Jeep menegaskan bahwa identitas brand tidak akan luntur. Desain eksterior, penentuan posisi produk, hingga standar kemampuan off-road 4x4 sepenuhnya dirancang dan dikendalikan oleh tim desainer Jeep.
Bukan sekadar mengganti merek, namun merupakan proyek kerjasama dengan standar Stellantis,
ujar Fabio Catone, Head of Jeep Europe.
Solusi Multi-Energy: EV, Hybrid, hingga PHEV
Menyadari dinamika transisi energi di Eropa yang fluktuatif, SUV hasil kolaborasi Jeep dan Dongfeng ini tidak hanya akan hadir dalam satu opsi sumber daya. Kendaraan ini mengusung konsep multi-energy untuk memberikan fleksibilitas penuh bagi konsumen melalui tiga opsi mesin:
- Electric Vehicle (EV): Menggunakan sistem penggerak baterai murni berperforma tinggi.
- Hybrid: Opsi efisiensi tinggi bagi konsumen yang belum siap beralih ke ekosistem colokan listrik.
- Plug-in Hybrid (PHEV) / REx: Memanfaatkan teknologi Range Extender canggih milik Dongfeng (diduga menggunakan basis dari model tangguh M-Hero M817) yang menggabungkan mesin bensin sebagai generator dan baterai berkapasitas besar untuk daya jelajah ekstra jauh.
Baca Juga: Lynk & Co 07 GT Wagon 2026 Bermesin Hybrid Performa Tinggi 530 Dk
Rencana Besar Jelang 2030
Langkah menggandeng Dongfeng merupakan bagian dari strategi besar Fastlane 2030 milik Stellantis. Selain menghadirkan SUV bongsor dari Tiongkok yang dijadwalkan meluncur global mulai tahun 2027, Jeep juga tengah menyiapkan dua SUV kompak segmen-B baru yang akan diproduksi di Eropa untuk menemani lini produk Jeep Avenger dan Compass.
Dengan perpaduan efisiensi biaya produksi China dan kekuatan nama besar Jeep, kolaborasi strategis ini diharapkan mampu menjadi penyelamat sekaligus pendongkrak volume penjualan Jeep di wilayah Eropa serta pasar global lainnya.