KabarOto.com - Fiat resmi menghentikan penjualan mobil listrik 500e di Australia setelah model tersebut gagal menarik minat konsumen. Keputusan ini diambil hanya sekitar dua tahun setelah hatchback listrik mungil itu diluncurkan di Negeri Kanguru.
Fiat 500e pertama kali dipasarkan di Australia pada 2023 sebagai salah satu mobil listrik harga terjangkau di negara tersebut. Model ini hadir dalam beberapa varian, termasuk hatchback dan convertible, dengan harga awal sekitar 52.500 dolar Australia atau setara Rp658 jutaan.
Data penjualan menunjukkan performa Fiat 500e jauh dari harapan. Sepanjang 2024, Fiat hanya mampu menjual 176 unit 500e di Australia. Situasi memburuk pada semester pertama 2026, ketika penjualannya anjlok menjadi hanya 21 unit.
Baca Juga : Kia Sportage HEV dan PHEV 2027 Mengaspal, Harga Mulai Rp500 Jutaan

Selain harga yang ternyata dirasa mahal untuk warga setempat, pasar mobil listrik Australia kini semakin kompetitif dengan masuknya berbagai merek asal China seperti BYD, MG, dan GWM. Kehadiran model-model baru dengan harga yang lebih terjangkau, membuat posisi Fiat 500e semakin terdesak.
Meski penjualannya dihentikan di Australia, Fiat memastikan bahwa 500e tetap dipasarkan di sejumlah wilayah lain, termasuk Eropa. Bahkan, pabrikan asal Italia tersebut tengah menyiapkan versi baru dengan mesin hybrid untuk memperluas jangkauan konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik.
Baca Juga : Yamaha Aerox E Resmi Luncurkan di India, Harga Rp52 Jutaan
Secara spesifikasi, Fiat 500e dibekali motor listrik bertenaga 118 hp dan baterai berkapasitas 42 kWh. Mobil ini mampu menempuh jarak 320 kilometer berdasarkan standar WLTP dalam sekali pengisian daya.
Penghentian penjualan Fiat 500e di Australia menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak selalu berjalan mulus. Selain faktor harga, preferensi konsumen dan ketatnya persaingan juga menjadi tantangan besar bagi produsen otomotif.

