KabarOto.com - Volkswagen ternyata sempat mempertimbangkan untuk menghadirkan versi range extender dari ID. Buzz. Opsi tersebut dipelajari perusahaan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya tarik van listrik bergaya retro itu.
Terutama di pasar Amerika Utara yang masih menghadapi berbagai tantangan, terkait kendaraan listrik murni. Termasuk penghapusan insentif pajak untuk kendaraan listrik yang mempengaruhi minat konsumen.
Informasi tersebut diungkapkan oleh CEO Volkswagen Group of America, Kjell Gruner, yang menyebut bahwa perusahaan pernah mengevaluasi kemungkinan menyematkan mesin bensin kecil sebagai generator pengisi daya baterai. Namun, rencana tersebut tidak dilanjutkan.
Teknologi range extender sendiri memungkinkan kendaraan tetap digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, sementara mesin pembakaran internal hanya bertugas menghasilkan listrik ketika daya baterai mulai menipis. Sistem seperti ini dinilai mampu mengurangi kekhawatiran konsumen terkait jarak tempuh.
Baca Juga : Yamaha Aerox E Resmi Luncurkan di India, Harga Rp52 Jutaan

Pertimbangan tersebut muncul setelah performa penjualan ID. Buzz di Amerika Serikat belum memenuhi ekspektasi. Harga yang tinggi, jarak tempuh terbatas, serta beberapa faktor yang membuat minivan listrik ini kesulitan bersaing di pasar.
Bahkan, Volkswagen memutuskan untuk melewatkan model tahun 2026 di Amerika Serikat, sambil mempersiapkan pembaruan untuk model berikutnya. Artinya tidak ada penyegaran kecil seperti yang kerap dilakukan pabrikan.
Saat ini, ID. Buzz hanya tersedia sebagai mobil listrik murni berbasis platform MEB milik Volkswagen. Varian yang dipasarkan di Amerika Serikat dibekali baterai 91 kWh dengan jarak tempuh sekitar 372–377 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Baca Juga : Usai Digunakan Jarak Jauh, Wajib Lakukan Ini Pada Mobil
Meski rencana tersebut batal, teknologi range extender justru mulai mendapat perhatian dari sejumlah produsen otomotif lain. Bahkan, Volkswagen telah memperkenalkan SUV range extender khusus pasar China melalui ID. Era 9X yang dikembangkan bersama SAIC, dengan mesin 1.500 cc.
Di sisi lain, Volkswagen tetap optimistis terhadap masa depan ID. Buzz. Mobil ini masih dianggap sebagai produk penting dalam strategi elektrifikasi perusahaan, meski pasar kendaraan listrik global saat ini tengah menghadapi perlambatan pertumbuhan.