OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

[TOP 5] Momen Kejutan Sepanjang Tes Pramusim MotoGP 2017

Bagus - Kamis, 16 Maret 2017
Oto News Sport

MotoGP 2017 bisa melahirkan kejutan baru sebagaimana yang terjadi selama tes pramusim berapa waktu lalu. Simak! 5 momen kejutan tes pramusim MotoGP 2017.

Para rider telah menyelesaikan empat uji coba resmi (di Valencia, Sepang, Phillip Island dan Losail) jelang perhelatan MotoGP 2017 di Qatar pada 26 Maret pekan depan.

Berikut adalah lima momen kejutan selama uji coba pramusim MotoGP 2017 seperti dilansir Visor Down.

Kecepatan Vinales mengerikan!

Maverick Vinales hampir selalu menjadi yang tercepat di setiap tes sejak gabung ke Yamaha dari Suzuki pada tahun lalu.

Setelah dua tes pertama, di Sepang dan Phillip Island, banyak kalangan menilai Marc Marquez berpotensi mempertahankan gelar Juara Dunia.

Namun pembalap Repsol Honda itu kesulitan di Losail, jatuh tiga kali di hari terakhir dan hanya mampu menyelesaikan uji coba itu di urutan ke-10

Sebaliknya, Vinales memperlihatkan dominasinya dalam dua hari terakhir di Qatar, dengan menjadi pembalap tercepat secara beruntun.

Motor Honda masih sulit dikendalikan, tapi...

Perubahan mesin dengan gaya 'big bang' sepertinya telah meningkatkan agresivitas dari RC213V, namun motornya menjadi sulit dikendalikan. Terbukti dengan lima kecelakaan yang dialami Marquez selama di Qatar. Tentu saja itu sangat kontras dengan Vinales, yang sampai saat ini belum jatuh sebagai pembalap Yamaha.

Namun Honda Repsol dan pembalapnya masih yakin mereka memiliki situasi yang lebih baik dari tahun lalu dan potensi Honda 2017 ditunjukkan dengan fakta bahwa rider mereka berada di urutan tiga teratas di Sepang, Phillip Island dan Qatar.

Jika dirangkum, Honda empat kali mengisi urutan tiga teratas dari total sembilan uji coba resmi berkat kombinasi Marquez dan Pedrosa. Yamaha tiga kali berkat pencapaian Vinales, sementara masing-masing satu kali untuk Suzuki (Iannone di Sepang) dan Ducati (Dovizioso di Qatar).

Ducati, tim kuda hitam selama di Qatar

Ducati terlihat memiliki performa menjanjikan saat menjalani tes di Sepang, namun kemudian tersungkur di Phillip Island, hingga akhirnya balik ke performa atas selama di Losail.

Hari terakhir uji coba di Qatar pada akhir pekan kemarin bisa dibilang menjadi penampilan mereka yang paling impresif. Jorge Lorenzo berhasil menyelesaikan tes di urutan keempat, hanya terpaut 0,189 detik dari Vinales di tempat teratas. Sementara pembalap Ducati lain, Andrea Dovizioso terpaut 0,071 detik dari Lorenzo.

Konon, peningkatan performa Ducati ini tak terlepas dari modifikasi fairing yang harus dilakukan demi mengantisipasi pelarangan penggunaan sayap, yang sejatinya telah menjadi andalan Ducati dalam berapa tahun belakangan.

Valentino Rossi masih labil

Bagi sebagian pembalap, terutama mereka yang membutuhkan pengaturan tepat, sesi uji coba bisa menjadi tolok ukur sejauh mana mereka akan menyelesaikan balapan.

Namun cerita berbeda bagi Valentino Rossi. Pembalap gaek asal Italia ini dikenal memiliki kemampuan untuk mengetahui kekurangan dari tunggangannya. Untuk alasan itu, Rossi sepertinya tak terlalu mempedulikan catatan waktu ataupun peringkat selama uji coba. Walhasil, pembalap berjuluk The Doctor ini seperti terlihat memiliki performa labil.

Rossi diketahui tak terlalu memaksakan untuk menyelesaikan simulasi balapan secara penuh. Jika ia merasa tidak ada masalah dengan motornya, dia akan mengujinya untuk waktu lama. Jika sebaliknya yang terjadi, Rossi hanya akan melakukan putaran singkat sambil mencari jawaban atas masalah yang menimpa motornya. Itulah yang terjadi di Qatar.

Tim satelit tampil mengejutkan

Sejumlah pembalap dari tim satelit memperlihatkan kegemilangannya. Para rider di antaranya bahkan baru akan menjalani debut di level MotoGP.

Sebut saja Cal Crutchlow, Jack Miller, Alvaro Bautista, Danilo Petrucci, Scott Redding dan yang paling impresif - duo pembalap rookie Monster Yamaha Tech 3, Jonas Folger dan Johann Zarco di mana keduanya begitu cepat di putaran jauh dan singkat.

Setelah ada kemenangan perdana tim satelit sejak terakhir 2006 pada musim lalu, di tangan Miller (satu kemenangan) dan Crutchlow (dua), mungkinkah akan terjadi lagi di 2017?

Baca Artikel Asli