OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Toyota Indonesia Geber Kerjasama Dengan SMK Pulau Jawa

Kipli - Selasa, 25 September 2018
OtoNews Z-Other Oto News Event Toyota Others

KabarOto.com - Toyota berkomitmen mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan kejuruan dengan kebutuhan dunia kerja khususnya di sektor industri otomotif. Karenanya, Toyota Indonesia bersama Yayasan Toyota dan Astra (YTA) menggalang kerjasama dengan sejumlah SMK untuk membuka Kelas Budaya Industri.

Keberadaan kelas ini diharapkan mampu menyelaraskan praktek pengajaran di SMK dengan dengan cara merasa, berpikir, bekerja dan kinerja dunia industri. Sehingga para lulusan SMK bisa mudah terserap dengan baik untuk bisa segera bekerja khususnya di industri otomotif.

“Sejalan dengan semangat dan visi Toyota Indonesia untuk senantiasa berkontribusi terhadap pendidikan nasional, kami berharap Program Kelas Budaya Industri ini dapat turut meningkatkan mutu keterampilan dan kemampuan para siswa SMK di bidang industri," kata Wakil ketua Dewan Pembina YTA sekaligus Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto, pada acara peresmian Kelas Budaya Industri di SMKN I Purworejo, Jateng, Senin (24/9/2018).

Selain itu, program tersebut akan meningkatkan angka penyerapan kerja untuk kebutuhan tenaga terampil di industri otomotif bagi para lulusan SMK.

Dia berharap, dari program yang merupakan inisiatif Toyota Indonesia ini bisa diikuti oleh para pelaku industri otomotif lainnya.

Baca Juga: Bersiaplah, Toyota Berencana Bangkitkan Celica Dan MR2

Sebagai program perdana, Toyota Indonesia melalui YTA akan melakukan uji coba kepada 15 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pemilihan ini berdasarkan komitmen yang ditunjukkan oleh para SMK tersebut dalam peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing. Uji coba Kelas Budaya Industri akan dilakukan dalam 2 tahun ajaran, mulai tahun ajaran 2018/2019 di kelas XI dan mulai tahun ajaran 2019/2020 seterusnya di kelas XII.

Kurikulum dan wawasan budaya industri akan diajarkan langsung oleh 68 guru-guru dari 15 SMK yang sudah dilatih YTA secara intensif dalam kurun waktu Januari-Juni 2018.

Hal pertama yang dilakukan adalah pelatihan dasar-dasar Sistem Produksi Toyota dan keselamatan kerja untuk seluruh kepala sekolah serta jajaran guru-guru untuk kemudian disosialisasikan kepada siswa-siswi mereka.

Selain budaya industri, YTA juga memberikan pelatihan beberapa kompetensi spesifik tambahan untuk guru-guru SMK, khususnya guru-guru produktif jurusan Teknik Kendaraan-bermotor Ringan (TKR) atau jurusan Otomotif.

Kompetensi itu terkait dengan teknologi otomotif terkini, termasuk pemahaman proses kerja mesin hybrid. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memperbaharui pengetahuan guru-guru mengenai teknologi otomotif terkni sehingga bisa menularkan pengetahuan tersebut kepada murid-muridnya. (*)

Baca Artikel Asli