10 Mobil Bekas Irit BBM di Bawah Rp100 Juta, Cocok untuk Harian!

Selasa, 03 November 2026
10 Mobil Bekas Irit BBM di Bawah Rp100 Juta, Cocok untuk Harian!

Diler mobil bekas di kawasan Depok, Jawa Barat (Foto Ilustrasi: KabarOto.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Mencari mobil bekas irit BBM dengan harga di bawah Rp100 juta bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan pribadi tanpa menguras tabungan. Pilihannya cukup beragam, mulai dari mobil LCGC, city car, hatchback, sedan, hingga MPV untuk kebutuhan keluarga.

Sejumlah model seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, dan Suzuki Karimun Wagon R menawarkan mesin berkapasitas relatif kecil yang cocok untuk penggunaan harian. Sementara itu, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia bisa dipertimbangkan bagi pembeli yang membutuhkan kapasitas penumpang lebih banyak.

Baca Juga: Beli Mobil Bekas, Pertimbangkan Garansi dan Biaya Perawatan Setelah Transaksi

Namun, sebelum membeli, penting untuk mengetahui spesifikasi mesin, pilihan transmisi, dan karakter setiap mobil. Konsumsi BBM aktual juga bergantung pada kondisi kendaraan, perawatan, kondisi lalu lintas, serta gaya berkendara.

Berikut 10 rekomendasi mobil bekas irit BBM di bawah Rp100 juta yang bisa masuk daftar pertimbangan.

1. Toyota Agya

Toyota Agya (Auto200 digiroom)

Toyota Agya menjadi salah satu pilihan mobil bekas yang layak dipertimbangkan untuk penggunaan harian. Mobil LCGC ini memiliki dimensi kompak sehingga praktis digunakan di jalan perkotaan, termasuk ketika menghadapi kemacetan dan mencari tempat parkir.

Pada generasi awal, Toyota Agya menggunakan mesin 1.000 cc, 3 silinder, berkode 1KR-DE. Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 63 dk, dengan pilihan transmisi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan.

Dengan anggaran sekitar Rp70 juta hingga Rp95 juta, calon pembeli dapat mencari unit keluaran awal hingga tahun produksi tertentu yang sesuai dengan bujet.

Selain kapasitas mesin yang relatif kecil, biaya penggunaan harian juga dapat ditekan jika kondisi kendaraan terawat. Pastikan memeriksa mesin, transmisi, sistem pendingin, dan kaki-kaki sebelum membeli.

2. Daihatsu Ayla

Daihatsu Ayla (Foto: Moladin)

Daihatsu Ayla merupakan alternatif Toyota Agya di segmen LCGC. Mobil ini menawarkan dimensi ringkas dan pilihan mesin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Pada generasi awal, Ayla tersedia dengan mesin 998 cc, 3 silinder, berkode 1KR-DE, yang menghasilkan tenaga sekitar 63 dk. Pada generasi dan varian tertentu, tersedia pula mesin 1.200 cc yang menawarkan karakter performa berbeda.

Pilihan transmisi bergantung pada tahun produksi dan tipe, termasuk manual 5-percepatan serta otomatis 4-percepatan pada varian tertentu.

Harga bekas Daihatsu Ayla diperkirakan berada di kisaran Rp65 juta hingga Rp95 juta. Mobil ini cocok bagi pembeli yang mencari kendaraan untuk bekerja, berbelanja, atau mengantar keluarga.

Sebelum transaksi, periksa riwayat servis, kondisi mesin, transmisi, dan sistem pendingin untuk memastikan kendaraan masih layak digunakan.

3. Honda Brio Satya

Honda Brio Satya (Foto: ACC)

Honda Brio Satya dapat menjadi pilihan bagi pembeli yang menginginkan mobil LCGC dengan mesin lebih besar dibandingkan Agya dan Ayla bermesin 1.000 cc.

Pada generasi awal, Brio Satya menggunakan mesin 1.198 cc, 4 silinder, i-VTEC, dengan tenaga sekitar 88 dk. Transmisi manual 5-percepatan tersedia pada sejumlah varian, sedangkan pilihan CVT hadir pada generasi tertentu.

Kombinasi mesin dan bodi yang relatif ringkas membuat Brio Satya menarik untuk penggunaan perkotaan. Namun, konsumsi BBM tetap dipengaruhi kondisi kendaraan dan cara pengemudi mengoperasikan mobil.

Dengan anggaran sekitar Rp75 juta hingga Rp99 juta, calon pembeli dapat menyaring unit keluaran awal. Periksa kondisi mesin, transmisi, suspensi, serta riwayat perawatan sebelum memutuskan membeli.

4. Suzuki Karimun Wagon R

Suzuki Karimun Wagon (Foto: Momobil)

Suzuki Karimun Wagon R menawarkan alternatif mobil bekas bermesin kecil dengan kabin praktis. Desain bodinya yang mengotak memberikan ruang kepala cukup lega untuk ukuran city car.

Mobil ini menggunakan mesin K10B berkapasitas 998 cc, 3 silinder, dengan tenaga sekitar 66 dk. Pilihan transmisinya meliputi manual 5-percepatan dan Auto Gear Shift (AGS) pada varian tertentu.

Karimun Wagon R cocok bagi pembeli yang membutuhkan mobil ringkas untuk aktivitas harian. Kapasitas mesinnya juga layak dipertimbangkan jika efisiensi bahan bakar menjadi salah satu prioritas.

Dengan harga bekas sekitar Rp65 juta hingga Rp90 juta, mobil ini bisa masuk daftar pencarian. Perhatikan kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, dan ketersediaan suku cadang sebelum membeli.

5. Nissan March

Nissan March (Foto: Moladin)

Nissan March menjadi pilihan city car bekas bagi pembeli yang menginginkan mobil berukuran ringkas dengan mesin 1.200 cc.

Pada varian bermesin 1.200 cc, Nissan March menggunakan mesin HR12DE, 3 silinder, dengan tenaga sekitar 74 dk. Pilihan transmisinya meliputi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan, bergantung pada tipe serta tahun produksi.

Dimensinya yang kompak memudahkan pengemudi bermanuver di jalan perkotaan. Kabinnya juga cukup praktis untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Harga bekas Nissan March diperkirakan berkisar Rp65 juta hingga Rp95 juta. Calon pembeli sebaiknya memeriksa kondisi mesin, sistem pendingin, kelistrikan, serta transmisi. Khusus unit otomatis, lakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menghindari potensi biaya perbaikan besar.

6. Suzuki Splash

Suzuki Spalzh (Caroline)

Suzuki Splash bisa menjadi alternatif bagi pembeli yang mencari city car dengan posisi duduk relatif tinggi dan kabin praktis.

Mobil ini dibekali mesin K12M berkapasitas 1.197 cc, 4 silinder, dengan tenaga sekitar 83 dk. Pilihan transmisi yang tersedia pada sejumlah unit meliputi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan.

Dibandingkan mobil bermesin 1.000 cc, Splash menawarkan kapasitas mesin lebih besar. Karakter tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pembeli yang menginginkan keseimbangan antara ukuran kendaraan dan performa.

Dengan anggaran sekitar Rp65 juta hingga Rp95 juta, calon pembeli dapat mencari unit sesuai kondisi dan tahun produksi.

Karena usianya sudah cukup tua, pemeriksaan mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem pendingin, dan riwayat perawatan menjadi hal penting sebelum transaksi.

7. Toyota Vios

Toyota Vios (Foto: Moladin)

Bagi pembeli yang menginginkan sedan bekas dengan harga di bawah Rp100 juta, Toyota Vios dapat masuk daftar pilihan.

Toyota Vios generasi tertentu menggunakan mesin 1NZ-FE berkapasitas 1.497 cc, 4 silinder, dengan tenaga sekitar 108 dk. Pilihan transmisinya meliputi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan pada sejumlah generasi.

Mesin 1.500 cc memberikan tenaga yang memadai untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan luar kota. Meski demikian, konsumsi BBM-nya tidak bisa langsung disamakan dengan LCGC atau city car bermesin lebih kecil.

Harga bekas Toyota Vios diperkirakan berada di kisaran Rp70 juta hingga Rp99 juta untuk unit tertentu.

Keunggulan yang dapat dipertimbangkan adalah ketersediaan suku cadang dan jaringan bengkel. Namun, periksa kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, serta riwayat servis untuk menghindari pengeluaran tambahan setelah membeli.

8. Daihatsu Xenia

Daihatsu Xenia (Carro)

Daihatsu Xenia bisa menjadi pilihan bagi keluarga yang membutuhkan mobil dengan kapasitas penumpang lebih banyak.

Pada generasi awal, Xenia tersedia dengan mesin 989 cc, 3 silinder, berkode EJ-VE, serta mesin 1.298 cc, 4 silinder, berkode K3-VE, bergantung pada varian. Mesin 1.000 cc menghasilkan tenaga sekitar 63 PS, sedangkan versi 1.300 cc memiliki tenaga sekitar 91 dk.

Pilihan tersebut memberikan karakter penggunaan berbeda. Varian 1.000 cc dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan tertentu yang mengutamakan efisiensi, sementara mesin 1.300 cc menawarkan tenaga lebih besar ketika mobil membawa penumpang dan barang.

Dengan anggaran sekitar Rp75 juta hingga Rp99 juta, calon pembeli bisa mencari unit generasi awal atau tahun produksi tertentu.

Pastikan kondisi mesin, transmisi, suspensi, dan sistem pendingin masih baik. Periksa pula kemungkinan bekas tabrakan berat atau banjir sebelum memutuskan membeli.

9. Toyota Avanza

Toyota Avanza (Astraotoshop)

Toyota Avanza menjadi salah satu MPV bekas yang banyak dipertimbangkan untuk kebutuhan keluarga. Kabin dengan kapasitas hingga tujuh penumpang pada konfigurasi tertentu menjadi salah satu daya tariknya.

Avanza generasi awal tersedia dengan mesin 1.298 cc, 4 silinder, berkode K3-VE, yang menghasilkan tenaga sekitar 91 dk. Pilihan transmisi pada sejumlah varian meliputi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan.

Mesin tersebut menawarkan tenaga yang memadai untuk kebutuhan harian dan perjalanan keluarga. Namun, Avanza bukan pilihan paling irit jika dibandingkan dengan LCGC bermesin 1.000 cc.

Konsumsi BBM dipengaruhi beban penumpang, kondisi mesin, penggunaan AC, dan kondisi jalan yang dilalui.

Harga bekas sekitar Rp80 juta hingga Rp99 juta dapat dijadikan acuan awal. Periksa riwayat servis, kondisi transmisi, kaki-kaki, sistem pendingin, serta kelengkapan dokumen kendaraan.

10. Honda Jazz

HOnda Jazz (Foto: OLX)

Honda Jazz generasi lama bisa menjadi pilihan bagi pembeli yang mencari hatchback dengan kabin fleksibel dan performa memadai.

Spesifikasi mesinnya berbeda menurut generasi. Honda Jazz generasi awal tersedia dengan mesin 1.497 cc, 4 silinder, i-DSI, yang menghasilkan tenaga sekitar 87 PS. Pada generasi berikutnya, tersedia mesin 1.497 cc i-VTEC dengan tenaga hingga sekitar 119 dk.

Pilihan transmisinya juga bergantung pada generasi dan tipe, termasuk manual 5-percepatan, otomatis konvensional, serta CVT pada varian tertentu.

Keunggulan Jazz terletak pada pengaturan kabin yang praktis dan ruang bagasi fleksibel. Mobil ini cocok untuk aktivitas harian maupun perjalanan luar kota.

Dengan anggaran sekitar Rp80 juta hingga Rp99 juta, calon pembeli dapat mencari unit keluaran lama. Periksa kondisi mesin, transmisi, suspensi, dan sistem pendingin, terutama pada mobil yang sudah menempuh jarak cukup jauh.

Tips Memilih Mobil Bekas Irit BBM di Bawah Rp100 Juta

Membeli mobil bekas tidak cukup hanya dengan membandingkan harga dan kapasitas mesin. Kondisi kendaraan menjadi faktor penting yang menentukan biaya operasional dan konsumsi bahan bakar.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Periksa riwayat servis untuk mengetahui apakah kendaraan dirawat secara rutin.
  • Cek kondisi mesin, termasuk suara yang tidak normal, kebocoran oli, dan sistem pendingin.
  • Lakukan test drive untuk memeriksa perpindahan gigi, pengereman, kemudi, dan suspensi.
  • Pastikan STNK dan BPKB tersedia serta nomor rangka dan nomor mesin sesuai.
  • Periksa kemungkinan bekas banjir atau tabrakan berat, termasuk kondisi kolong dan kelistrikan.
  • Siapkan dana tambahan untuk servis awal, penggantian oli, ban, pajak, dan komponen yang sudah aus.

Jika prioritas utama adalah efisiensi BBM, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Suzuki Karimun Wagon R bermesin kecil bisa menjadi pilihan awal. Sementara itu, Honda Brio Satya dan Nissan March menawarkan alternatif dengan mesin 1.200 cc.

Bagi keluarga yang membutuhkan ruang lebih besar, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia bisa dipertimbangkan, meskipun konsumsi BBM-nya tidak selalu sehemat city car.

Baca Juga: Pameran Mobil Bekas Pertama Hadir di Poins Square

Pada akhirnya, mobil bekas paling irit bukan semata-mata kendaraan dengan kapasitas mesin terkecil. Kondisi mesin, transmisi, riwayat perawatan, serta gaya berkendara turut menentukan efisiensi bahan bakar. Karena itu, pastikan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli agar anggaran di bawah Rp100 juta tidak habis untuk biaya perbaikan.

 

Simulasi Kredit

Minimal Rp 20.000.000 - Maksimal Rp 100.000.000.000
%
DP
Pokok Pinjaman
Total Bunga
Angsuran / Bulan
* Belum termasuk Asuransi dan Diskon
 

Tags:

#Pasar Mobil Bekas #Mobil Bekas Suzuki #Tips Mobil Bekas
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan