4 Faktor Yang Membuat Penerapan Standar Emisi Euro 4 Ditunda

4 Faktor yang Membuat Penerapan Standar emisi Euro 4 Ditunda

KabarOto.com - Penerapan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel diundur, semula harusnya sudah mulai diterapkan April 2021 lalu. Namun, sampai saat ini pemerintah masih mengodoknya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Sony Sulaksono mengatakan, penundaan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel ada 4 faktor, pertama adalah impor komponen dan suku cadang kendaraan Euro 4 dari negara-negara calon pemasok, sampai saat ini belum pulih dari dampak Pandemik Covid-19.

Baca Juga: Isuzu Buka Suara Soal Akusisi UD Trucks Dari Volvo Group

Kedua menurut dia, antri pengujian emisi Euro 4. Karena fasilitas pengujian kendaraan diesel lebih kurang 3,5 ton, masih terbatas. “Sementara itu, pengujian kendaraan diesel di atas 3,5 ton dilakukan di luar negeri, seperti di Jepang dan Jerman,” terang Sony.

Ketiga adalah pemenuhan kebutuhan tenaga ahli untuk pengembangan teknologi Euro 4, baik dari sisi produksi maupun uji coba yang mengalami kendala karena pandemi Covid-19.

Keempat, tambahan teknologi standar baku mutu emisi Euro 4 berdampak terhadap harga kendaraan. Dikhawatirkan, tidak bisa terserap oleh pasar, karena daya beli saat ini sedang menurun.

Sementara itu, menanggapi ditundanya pemberlakuan standar Euro 4, Tonton Eko selaku General Manager Product Development PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menjelaskan, kapanpun pihaknya siap.

Baca Juga: Pengguna Sesali Isuzu Panther Disuntik Mati, IAMI Pastikan Suku Cadang Aman

“Kesiapan ini kami breakdown dalam 3 kategori, yaitu produk, layanan aftersales yaitu service dan spareparts. Selanjutnya adalah fasilitas pendukung seperti karoseri dan leasing partner," terangnya pada Rabu (28/04).

Ia pun menambahkan jika perubahan landscape bisnis dengan penerapan EURO4 akan berpengaruh besar pada industri secara keseluruhan.