Agar Tak Salah Kaprah, Ini Pengertian Wheel Alignment Dan Balancing

Agar Tak Salah Kaprah, Ini Pengertian Wheel Alignment dan Balancing

KabarOto.com - Saat berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan, terkadang Sobat merasakan setir bergetar berlebihan. Tak jarang, dengan sendirinya setir berubah haluan ke kanan atau kiri.

Posisi roda dapat akan berubah seiring jangka waktu pemakaian, kondisi jalan yang ditempuh, serta gaya mengemudi. Cara lain untuk mengetahui apakah ban kendaraan sudah harus memerlukan alignment adalah dengan membawa mobil dalam kecepatan rendah seperti 40 hingga 50 kpj. Jika setir berbelok sendiri ke arah kanan atau kiri, tandanya ban sudah harus mendapatkan perawatan.

Setiap beberapa waktu, pemilik kendaraan perlu melakukan wheel alignment untuk menyelaraskan setelan posisi roda agar menyeimbangkan antara setelan toe, camber atau caster.

Proses alignment pada ban wajib dilakukan oleh pemilik dan pengendara mobil ketika posisi setir sudah tidak searah dengan posisi ban mobil. Hal tersebut diakibatkan oleh posisi dari sudut camber dan sudut caster yang sudah melenceng terlalu jauh.

Baca juga: Bikers Jangan Gegabah Terobos Hujan, Ini Tipsnya

Perubahan signifikan akibat ketidaksesuaian dari posisi ban akan paling dirasakan melalui keadaan setir tidak bisa lurus, sehingga membuat pengendara seakan-akan sulit untuk mengendalikan mobil mereka.

Secara teknis wheel alignment akan membantu ban untuk mengintegrasikan semua faktor geometri dari sistem kemudi dan suspensi, untuk menghasilkan kualitas stabilitas kendaraan yang lebih baik dan tentunya juga meningkatkan masa pakai ban.

Lain halnya dengan wheel alignment, istilah balancing juga kerap didengar oleh para pemilik dan pengendara mobil. Walaupun hampir serupa dengan alignment, balancing pada ban merupakan proses penyeimbangan pada titik atas - bawah serta kiri - kanan ban mobil, dengan metode penambahan timah pada bagian yang kurang bobotnya, agar menjadi lebih seimbang.

Balancing juga memiliki fungsi lain yakni untuk menyeimbangkan keempat roda agar putarannya menjadi seimbang, dan agar ban tetap dapat berputar sempurna tanpa adanya getaran berlebihan.

Jika balancing tidak dilakukan pada ban, getaran berlebihan pada mobil akan memaksa mesin kendaraan untuk bekerja lebih keras agar mobil tetap melaju ke depan. Akibatnya, pemakaian bahan bakar akan lebih meningkat dibandingkan saat ban dalam posisi selaras.

Baca Juga: 3 Fotografer Ini Beberkan Tips Motret Motor

Ban yang belum pernah mendapatkan perawatan balancing akan lebih rentan rusak sebelum waktunya, apalagi jika sering digunakan pada kontur jalanan yang bergelombang atau berlubang.

President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin mengingatkan bahwa sebaiknya, alignment dan balancing pada ban dilakukan ketika mobil sudah mencapai di atas 10.000 km dan harus dilakukan secara berkala.

“Khusus untuk balancing ban, juga dapat dilakukan ketika pemilik dan pengendara mobil baru saja mengganti ban yang memerlukan balancing untuk menyesuaikan antara ban baru dan pelek mobil. Balancing juga dapat dilakukan jika dirasa ada getaran berlebihan saat sedang dikendarai pada kecepatan 100 kpj,” jelasnya.

Selain itu pemilik dan pengendara mobil juga dapat melakukan inspeksi di rumah. Beberapa di antaranya dengan memeriksa keausan pada salah setiap tapak ban mobil, atau jika ada benjolan pada salah satu ban.

Hal ini bisa menjadi indikasi jika ada masalah pada sistem suspensi di ban mobil dan diperlukan perawatan lebih lanjut. Kemudian saat memarkir mobil, jika berada di tempat dengan permukaan yang datar tapi roda mobil tetap miring artinya diperlukan alignment.