Akibat Pandemik Covid-19 Penjualan Aftermarket Motor Turun Sampai 80%

Akibat Pandemik Covid-19 Penjualan Aftermarket Motor Turun Sampai 80% produk Sphinx Motorsport di motor Kawasaki Ninja

KabarOto.com - Pandemik Covid-19 tidak hanya berpengaruh pada industri manufaktur otomotif. After market khususnya sepeda motor juga mengalami penurunan. Salah satunya adalah Sphinx Motorsport distributor aftermarket di Indonesia.

Penjualan produk-produk aftermarket seperti knalpot, tabung minyak rem, lampu sein, footstep, kaca spion, tutup tangki, engine protector, light guard, tuas rem dan kopling dengan merek Rizoma, Akrapovic, Gellspeed dan masih banyak lagi yang lainnya menurun selama Pandemik.

Baca Juga: Knalpot Akrapovic Kawasaki Ninja ZX-25R Sudah Bisa Dipesan, Harganya Rp16 Jutaan

CEO Sphinx Motorsport, Budiman Terianto menjelaskan, selama masa Pandemik ini penjualan menurun sampai dengan 80%. "Pandemik pasti memberi pengaruh besar, kebutuhan masih tetap ada aja," terangnya.

CEO Sphinx Motorsport, Budiman Terianto (tengah)

Hal itu dikarenakan, Sphinx Motorsport menjual produk-produk after market di segmen ke atas, yang bergantung dengan penjualan motor. "Kalau penjualan motor turun siapa berarti gak ada yang beli motor baru, ada sih yang beli motor bekas dan ganti knalpot, cuma nggak banyak," terangnya.

Budiman mengaku, paling banyak konsumen yang menggunakan produknya adalah pengguna motor Kawasaki, Honda, Yamaha dan semuanya drop (turun). "Jadi karena penjualan motor turun, ya semua aksesori kita turun 80 persen penjualannya, bergantung dari dari motor baru," tambahnya.

Baca Juga: Cerita Para Builder Saat Pandemik Covid-19

Sementara itu untuk motor-motor custom, produk-produk yang dimiliki Sphinx Motorsport banyak diburu oleh builder. Namun dia mengakui, meski ada kebutuhan untuk modifikasi, namun jumlahnya tidak banyak, tetap motor baru. "Modifikasi segmennya memang lagi naik, tapi tidak banyak. Ada plus minusnya untuk bengkel modif," paparnya lagi.