Cerita Para Builder Saat Pandemik Covid-19

Cerita Para Builder Saat Pandemik Covid-19 Motor-motor custom yang siap dipamerkan dalam kontes modifikasi

KabarOto.com - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Cofid-19 sudah diterapkan hampir seluruh daerah di Indonesia. Virus Corona memberi dampak pada perekonomian negara yang menurun, karena industri manufaktur menutup pabriknya sampai waku yang belum ditentukan.

Penjualan untuuk semua sektor menurun, bahkan banyak perusahaan yang merumahkan ribuan karyawannya. Yang bertahan, hanya perusahaan-perusahaan yang memiliki cash flow untuk menggaji karyawannya.

Baca Juga: Honda CBR150R CBU Berganti Aliran, Diubah Jadi Scrambler

Motor garapan Puspa Kediri Custom

Lalu bagaimana industri kreatif seperti modifikasi menanggapi virus Corona yang belum juga hilang dari Tanah Air, apakah virus ini mempengaruhi orderan mereka terhadap motor-motor custom?

Aya, pemilik bengkel modifikasi Puspa Kediri Custom (PKC) sempat menutup bengkelnya saat himbauan pemerintah untuk sosial distancing. Namun karena melihat perkembangan dirasa lumayan aman, PKC pun kembali menjalankan aktivitas dan membuka bengkelnya.

Hasil karya Puspa Kediri Custom (FOto: IG Puspakediricustom)

"Kalau saya melihat ya, jika customer sudah memutuskan untuk membuat motor custom pasti mereka sudah siap secara financial dan waktu pengerjaannya tinggal diatur saja," terangnya. Dibukanya kembali bengkel, karena masih ada antrian beberapa unit motor yang harus dikerjakan.

"Kita buka bengkel lagi kan karena masih ada motor yang harus dikerjakan," terangnya saat dihubungi, Selasa (13/5/2020). Dia juga memastikan jika kondisi di bengkelnya aman. "Alhamdulillah ada yang dikerjain malah antri. Jadi ya, itu tadi, kalau udah memutuskan mau modif, pasti sudah disiapkan uangnya," tambahnya.

Motor garapan Jowo Cutom (Foto: Jowokustom)

Dalam pencarian kebutuhan akan spare parts dan aksesori, Aya memilih untuk mencari lewat online, sehngga di adan timnya tidak perlu pergi dalam kondisi pembatasan seperti sekarang ini. "Pencarian aksesori kita online, capek juga puasa hunting part. Alhamdulillah, untuk pembayaran konsumen sih tidak ada masalah, jadi masih bisa pesan barang," terangnya lagi.

Hal yang sama juga diutarakan Yohanes Marse, builder Jowo Custom. Dia malah sudha mempersiapkan dua buah motor untuk ditampilkan dalam event modifikasi Kustomfest dan Suryanatiion Motorland. "Tahun ini sudah disiapin dari 2019 untuk Kustomfest dan SML, ada kejadian kejadian ini jadi dipending, tapi tetap kita jalankan siapa tahu nanti siap digelar," ujarnya.

Motor modifikasi Spring Legacy (Foto: IG Springlegacy)

Namun pemesanan motor custom dirasakan Annes stabil dalam kondisi seperti ini. "Insya Allah kondisi normal, karena sudah direncanain. Ada penurunan tapi stabil, sudah ada pengerjaan," tambahnya.

Karena menurut Yohanes, konsumen yang modifikasi memiliki uang untuk mengisi waktu luang, kondisi seperti ini bukan masalah buat mereka. "Orang-orang berduit kan mau bikin motor terserah mereka, meski kondisinya kayak gimana. Tapi kalau konsumen baru memang belum ada, hanya yang sudah ada aja dari bulan-bulan kemarin," tambahnya.

Jowo Custom sendiri dalam satu bulan hanya menerima satu sampai 2 motor saja. Alasannya adalah untuk mengejar totalitas dan kualitas hasil. Sebulan satu atau dua, buat ngejar totalitas hasil," tuturnya.

Baca Juga: Gara-gara Corona, Konsumen Bengkel Modifikasi Ini Belum Tebus Motornya

Sementara itu Azka, builder Spring Legacy Garage yang bermarkas di Harapan Indah, Bekasi mengaku aktivitas bengkelnya tetap berjalan, tidak ada penurunan, cenderung stabil. “Gua rasain sih biasa aja, karena emang orang mungkin udah antri yah, mudah-mudahan hingga bulan September aman,” terang Azka