Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Akibat PKM di Jawa dan Bali, Jumlah Penumpang Bus AKAP Turun Lagi

Rabu, 13 Januari 2021
Akibat PKM di Jawa dan Bali,  Jumlah Penumpang Bus AKAP Turun Lagi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Pandemik Covid-19 belum berakhir, masih banyak masyarakat yang terpapar virus Corona di sejumlah pulau di Indonesia, khususnya Jawa dan Bali.

Untuk itu, pemerintah menetapkan aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di dua pulau tersebut, pada 11-25 Januari 2021. Beberapa aturan di antaranya membatasi transpirtasi publik dan wajib menggunakan masker bagi penumpangnya.

Baca Juga: Imbas Pelarangan Mudik, 1,3 Juta Crew Bus AKAP Tidak Bekerja Dan Butuh BLT

Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menjadi salah satu yang kembali terdampak peraturan ini. Pasalnya, masyarakat yang ingin bepergian ke luar daerah khususnya di pulau Jawa menjadi berkurang.

Perusahaan Otobus Sumber Alam yang memiliki berbagai trayek di Jawa Tengah mengaku, ada penurunan penurunan sampai 30% sejak PMK diumumkan oleh pemerintah.

Armada Bus Sumber Alam (Foto: dok Suber Alam)

"Sebenarnya pusing juga, tapi memang kebijakan pemerintah harus kita ikuti," terang Pemilik PO Sumber Alam, Anthony Steven Hambali pada Selasa kemarin (12/01).

Meski tidak ada larangan untuk beropetasi, namun penumpang menurun sampai 30%. Anthony juga menambahkan bahwa akhir tahun sudah mulai naik 40-50%, sekarang PKM atau PSBB dilaksanakan, turun lagi.

Lalu bagaimana Sumber Alam menerapkan protokol kesehatan pada armadanya? Anthony mengatakan, penumpang diwajibkan menggunakan masker dan kondisi fisiknya sehat.

"Penumpang harus mempersiapkan diri sebelum pergi, kalau butuh surat bebas Covid-19 harus dibawa dan ditunjukkan jika ada pemeriksaan," tambah Anthony. Jika penumpang yang sudah memesan tiket sejak lama, dan terindikasi Covid-19, maka penumpang akan terima refund.

Bus Physical Distancing (Foto: Sumber Alam)

Sumber Alam sendiri memiliki dua unit bus Physical distancing, di mana ada jarak antar penumpang, untuk mencegah penularan virus corona. Bus tersebut melayani rute Jakarta - Yogyakarta.

Baca Juga: Viral Penumpang Di Bagasi Bus AKAP, Ini Penjelasan Pengusaha Bus

"Harga yang ditawarkan sama dengan bus reguler, tidak ada perbedaan," tegas Anthony. Sementara itu, untuk bus reguler dia memastikan seluruh penumpang sudah mematuhi protokol kesehatan, dan menyediakan hand sanitizer sebagai perlengkapan standar untuk menjaga kebersihan.

Tags:

#Bus AKAP #Bus Pariwisata
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan